by

Polisi Sebut Perkara BBM Tangkapan Bakamla di Perairan Laut Babel Sudah Dihentikan

Foto // Siaran Pers BAKAMLA RI usai penangkapan BBM diduga ilegal di Belinyu

Pangkalpinang,deteksionline.com- Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi menyebutkan bahwa perkara BBM Tangkapan Bakamla di Perairan Laut Bangka Belitung bulan Agustus 2019 yang lalu sudah dihentikan karena tidak memenuhi unsur P 19.

“Berkas tersebut karena tidak memenuhi unsur pasal P 19 maka di Gelar dihadiri oleh Irwasda, Kabidkum. BAKAMLA Provinsi Babel, Pengawas Penyidik Dit Krimsus, Kabid Propam dan Penyidik pada hari Jumat 20 Desember 2019. Untuk kepastian hukum Perkara tersebut di hentikan karena tidak cukup bukti. Namun apabila dikemudian hari ditemukan Novum / bukti baru, maka Perkara tersebut dapat di buka kembali”, terang Maladi, Senin (6/1).

Maladi jelaskan juga saat gelar perkara itu disaksikan oleh Saksi Ahli dari Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta.

“Saksi Ahli dari Fakultas Hukum Universitas Pancasila Dr Rocky Marbun SH MH”, jelas Maladi.

Sementara pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung tidak mengetahui kalau Perkara BBM tangkapan BAKAMLA RI itu sudah dihentikan, melalui Kasi Penerangan Hukum ( Kasipenkum) Roy Arland SH MH menjelaskan berkas perkara BBM Tangkapan Bakamla RI di Perairan Laut Bangka Belitung masih harus di lengkapi di Penyidik Kepolisian atau istilah lainnya P 19.

“Setahu saya berkas perkaranya masih P 19″, terang Roy, Senin ( 6/1) di Pangkalpinang.

Padahal menurut Maladi, penghentian perkara BBM Tangkapan BAKAMLA RI sudah diberitahukan Polda Bangka Belitung kepada pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

” Sudah diberitahukan”, ujar Maladi, Senin (6/1).

Diketahui, perkara tersebut bermula giat operasi Tim Opsus Bakorkamla RI (Coast Guard/IDNCG) pada Agustus 2019 di kawasan perairan Babel, saat itu  Tim Bakamla RI menangkap 1 unit Kapal Isap Pasir (KIP) dan 4 Tongkang BBM diduga Ilegal sedang melakukan kegiatan pengisian bbm jenis solar industri High Speed Diesel (HSD) dari kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB), Senin (19/8/2019).

“Hasil pemeriksaan sementara dokumen SPOB dan muatan minyak lengkap tetapi untuk dokumen KIP tidak lengkap” ujar Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono kepada wartawan, Jum’at (23/8/2019).

Dijelaskanya, berdasarkan dari hasil pemeriksaan awal, jika kapal SPOB atau menurut pengakuan nakhoda kapal mengatakan kapal mendapatkan bbm minyak solar sebanyak 300 ton dari kapal tanker di Palembang tanpa dokumen yang sah.

Lanjutnya, sejumlah minyak yang diangkut menggunakan sejumlah lalu dijual ke kapal isap timah (KIP) dan saat itu minyak yang tersisa hanya sekitar lebih kurang 70 ton.

Timsus Operasi Bakamla RI (IDNCG) pun sempat pula memeriksa kapal SPOB (RI) dengan hasil pemeriksaan awal kapal mengangkut minyak CONG (minyak olahan masyarakat) dari pelabuhan tikus di Kubangan Jambi.

“Sisa muatan di kapal sebanyak 130 ton minyak” ungkap Mardiono.

Tak sebatas itu, pihak DNCG pun saat itu kembali mengadakan penyelidikan dan pencarian di perairan Babel dan mendekati satu persatu kapal motor tanker dan kapal target ditemukan.

Selanjutnya tim IDNCG pun melakukan pemeriksaan awal didapati kapal MT (BA) mengangkut minyak CONG sebanyak 20 ton. Saat pemeriksaan dokumen kapal tidak ada.

“Pihak Bakamla RI pun sempat memeriksa kapal MT (AD15) mengangkut 350 ton minyak yang berasal dari olahan masyarakat dari Kubangan Jambi. Seluruh kapal hasil operasi di adhoc ke Belinyu Bangka guna pendalaman pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut” terangnya.

Selanjutnya perkara/kasus kapal pengangkut BBM ilegal ini pun dilimpahkan oleh pihak Bakorkamla RI le pihak Polda Kep Babel (Dit Polair) guna diproses secara hukum.

Penyidik Ditpolair Polda Kep Babel pun sempat menetapkan hanya 2 orang tersangka (para nahkoda/kapten kapal), masing-masing Suryadi (kapten kapal Rezki Ifah dan Masyudin (kapten kapal Tisya 9), tanpa menyentuh pemilik Kapal ataupun pemilik BBM..(her).

287 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed