by

Sikap Bijak Kapolres Bangka Merespon Batalnya Aksi Damai Tolak Tambang Laut Pantai Matras Terhadap PT Timah

 

PANGKALPINANG, deteksionline.com- Batalnya Aksi Tolak Tambang Laut yang akan di lakukan oleh Nelayan Matras Kabupaten Bangka, Senin (16/12/2019) yang rencananya akan digelar di halaman kantor PT.Timah Jalan Sudirman Pangkalpinang karena sikap bijak dan cepat tanggap Kapolres Bangka dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka Mendra Kurniawan.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono menjelaskan bahwa kehadiran Wakil Ketua DPRD Bangka Mendra Kurniawan dan Kapolres Bangka untuk bermusyawarah dan mendinginkan suasana,

“Kehadiran Wakil Ketua DPRD Bangka Mendra Kurniawan dan Kapolres Bangka untuk melakukan musyawah dengan perwakilan masyarakat nelayan dan pemuda matras dapat mendinginkan suasana dan memberikan solusi aspirasi dengan baik, negara hadir merespon”, jelas Kapolres.

Sementara terkait adanya penahanan peserta demo oleh pihak Polres Bangka, Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono membantah adanya penahanan peserta demo, namun karena ada 4 orang peserta demo masih status Pelajar, mereka diamankan sementara untuk dikoordinasikan dengan pihak Sekolah dan Orang Tua Siswa,

“Dalam giat tersebut ditemukan ada 4 orang Pelajar yang bolos sekolah dan akan ikut demo sehingga diamankan polres bangka untuk dikoordinasikan dengan pihak sekolah dan orang tuanya. Demikian”, tulis Kapolres Bangka.

Diketahui, Aliansi Babel Bersatu Dede menuding saat penyampaian di Warung kopi tepatnya di depan PT.Timah, bahwa masyarakat Matras khususnya nelayan akan melakukan aksi damai ini tertahan oleh pihak Kepolisian Polres Bangka,

“Kami mendapatkan pesan seperti itu dari masyarakat, saya juga tidak mau mengada-ngada bahasa yang mereka sampaikan (masyarakat) yang sampai detik ini belum bisa datang ke Pangkalpinang ini adalah bapak Wakapolres Bangka dan wakil ketua DPRD kabupaten Bangka Bapak Mendra Kurniawan, mereka menyampaikan apabila mau menyampaikan aspirasi kepada mereka saja”, ujar Dede, Senin (16/12/2019).

Kemudian Dede lanjutkan, menurut pengakuan Nelayan yang diterimanya, Nelayan Matras sudah sampaikan berulang-ulang, namun tidak pernah ditanggapi,

” Nelayan  sudah teriak-teriak bukan baru ini saja tapi sudah dari tahun 2015 bukan baru ini terjadi, bukan nya berkurang tapi bertambah ini penyampaian dari nelayan-nelayan laporan dari mereka, seperti kami jelaskan juga kami sudah jelaskan ke pihak kepolisian kami ini hanya mempasilitasi para nelayan untuk berorasi dengan secara damai,” kata Dede.

Dede juga sebutkan ada pendemo yang diamankan oleh pihak Polres Bangka, jadi mereka batal demo di PT Timah,

” laporan yang saya terima ada 1 mobil pendemo yang diamankan pihak Polres Bangka, belum jelas apa masalahnya, jadi Nelayan batal demo ke PT Timah hari ini”, ujar Dede kembali..( her)

9,595 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed