Doking Pulau Tidung Sudah Layani Perbaikan Kapal Nelayan

  • Share
JAKARTA – deteksionline.com – Tempat perbaikan kapal motor (doking) yang baru selesai dibangun menggunakan dana APBD Pemprov DKI Jakarta Tahun 2019 di Pulau Tidung Besar Kabupaten Kepulauan Seribu, saat ini telah melayani perbaikan kapal motor nelayan.

“Sudah ada beberapa kapal motor nelayan yang melakukan perbaikan (refair, red) di doking Pulau Tidung,” ucap PLT Kasudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu, Mahad menjawab pertanyaan wartawan Amunisinews.co.id dan deteksionline.com di kantor Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UPPP) Muara Angke Jakarta Utara, beberapa hari lalu.

Bahkan, sebut Mahad sudah ada beberapa kapal motor nelayan milik warga Pulau Tidung sedang antri untuk melakukan perbaikan kapal di doking tersebut. Adapun jenis perbaikan meliputi cat ulang body kapal, Pakal body dan lain sebagainya.

Menjawab pertanyaan soal apakah doking tersebut mampu melayani perbaikan langsung 2 unit kapal motor secara bersamaan, Mahad yang juga menjabat Kepala UPPP Muara Angke menjelaskan, dengan panjang rel sekitar 60 meter, doking tersebut mampu melayani perbaikan langsung 2 unit kapal motor nelayan.

Alasannya, alat berupa lori untuk menaikan kapal motor sudah tersedia di doking tersebut, namun yang sering menjadi kendala adalah pasang air laut yang mempengaruhi pelayanan doking itu. Jadi, kalau pasang air laut memadai maka pelayanan bisa langsung 2 unit kapal sekaligus melakukan perbaikan.

Menyinggung soal doking mampu melayani kapal motor perikanan ukuran berapa grosston, PLT Kasudin KPKP Kepulauan Seribu itu menjelaskan, doking yang dibangun oleh kontraktor PT.Pharma Karya Adhimandiri mampu menaikan kapal motor sampai ukuran 30 grosston. Namun, untuk lebih aman kondisi doking hanya melayani ukuran kapal 20 grosston.

“Pokoknya soal pelayanan doking melayani ukuran berapa, tergantung dari masyarakat  Pulau Tidung, karena mereka ikut mengawasi. Jika warga menyetujui kapal motor ukuran 20 grosston juga bisa naik di doking itu,” tukas Ma’had seraya menambahkan, doking tersebut atas usulan warga setempat jadi mereka ikut melarang jika ada kapal motor ukuran lebih besar dari kapal nelayan.(zahari)

 1,756 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *