by

Gedung Kuliah Terpadu IAIN Babel Mangkrak

 

 

PANGKALPINANG,DETEKSIonline.com-Gedung kuliah terpadu IAIN Syeh Abdurrahman Sidik (SAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang menelan anggaran negara sebesar 27 miliar dibangun Tahun 2017 yang lalu ‘mangkrak’.

Berdasarkan pantauan Deteksi, Senin (4/11/2019) gedung kuliah terpadu terlihat tidak digunakan oleh Rektorat IAIN SAS Babel. Gedung kuilah terpadu itu terpantau sengaja dibiarkan tanpa terurus.

Dari awal, saat pembangunan proyek gedung kuliah terpadu itu sudah tidak beres, bangunan itu diduga dibangun tidak sesuai spesifikasi dan juga tidak sesuai RAB.

Dalam proses lelang pertama proyek tersebut dimenangkan oleh Grup Akong sedangkan pada proses lelang kedua dimenangkan kontraktor asal Jakarta bernama Tris. Dugaan, kontraktor Jakarta atas nama Tris ini yang disebut-sebut titipan dari PPK IAIN Abdurrahman Sidik.

Proyek pembangunan gedung kuliah terpadu terletak di Desa Petaling Kecamatan Petaling Kabupaten Bangka, nilai kotrak Rp 26.900.000.000.00, no kontrak 610/STI.142/KS/01.1/08/2017, berasal dari dana Dipa dan dikerjakan oleh PT Tirta Dhea Addonnics Pratama dan mendapat pendampingan dari TP4D Kejati Babel.

Sementara, Kanit Tipikor Polda Babel  Ipda Edi Purwarto, penyelidikan proyek IAIN Syeh Abdurrahman Sidik Babel masih tetap lanjut, saat ini penyidik masih menunggu Audit dari BPKP Babel terkait kerugian negaranya,

“Waalaikumsalam Bang, siap Bang Polda masih menunggu perhitungan kerugian keuangan negara dari auditor bang 🙏🙏”, tulis Ipda Edi, Senin (11/11/2019) melalui pesan Whats App.

Rektor IAIN Syeh Abdurrahman Sidik Babel Dr Jayadi M Ag, mengaku gedung kuliah terpadu IAIN SAS akan dibangun kembali dan sudah di audit reviu oleh Irjen dan dalam proses dengan pihak terkait,

“Proyek ini akan segera dibangun penyelesaiannya dan dan sudah di audit reviu oleh irjen.
Sekarang proses dengan pihak terkait”, kata Jayadi, Senin ( 11/11).

Namun Dr Jayadi tidak ingat lagi siapa dan perusahaan mana sebagai konsultannya, “Waduh saya tidak ingat siapa konsultannya,
Tapi proyek sedang proses penyelesaian karena mahasiswa tidak cukup ruang kuliah”, katanya.

H Heri konsultan membantah menjadi konsultan saat proyek gedung kuliah terpadu IAIN Abdurrahman Sidik dibangun, walaupun beberapa info yang didapat mengarah ke H Heri, tetapi H Heri pernah diperiksa Polda Babel selama 8 jam terkait proyek itu,

” saya juga bingung banyak ditanya orang-orang terkait proyek itu, sampai saya juga diperiksa oleh Polda karena info simpang siur, apalagi di bilang ‘semua’ proyek di IAIN saya konsultannya, bisa gila saya memikirkannya, kaya juga saya kalaulah segala-galanya”, ungkapnya…..(her)

118 total views, 5 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed