Close

KOBA, BANGKA TENGAH, DETEKSIonline.com- DPD LAKIP 45 Bangka Belitung meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Bangka Tengah untuk mengusut adanya dugaan penyalahgunaan dana dalam hal pembangunan proyek Kolam Renang Beluluk, Pangkalan Baru, Bangka Tengah yang sudah mengalami keretakan dibeberapa bagian fisik bangunan Selasar.

Hal itu dikatakan oleh M Amin Ketua DPD LAKIP 45 kepada media kemarin di Pangkalpinang. DPD LAKIP 45 meminta kepada Kepala Kejaksaan Bangka Tangah untuk melakukan pengusutan, karena menurutnya pembangunan Kolam Renang Beluluk itu sangat terlalu besar dananya,

” Kami dari LAKIP 45 Babel meminta kepada Kepada pihak Kejaksaan Negeri Bangka Tengah untuk mengusut pembangunan proyek Kolam Renang Beluluk Tahun 2018, karena dana yang dikeluarkan oleh Pemerintah sudah sangat besar, apalagi Kolam Renang Beluluk Bangka Tengah merupakan Kolam Renang yang katanya satndart Internasional “, kata M Amin, Kamis (14/11/2019).

Menurut M Amin, sebagai LSM yang selalu mengungkap kasus-kasus korupsi yang besar di Babel, dalam pembangunan Kolam Renang Beluluk itu adanya dugaan ketidak singkronan antara keinginan menjadikan Kolam Renang berstandart Internadional dengan penggunaan angaran yang kami liat ada indikasi yang salah, apakah itu spesifikasi kegiatan yang barang kali tidak sesuai yang ada dengan rab kegiatan atau masalh teknis,

” Adanya dugaan ketidak singkronan antara keinginan menjadikan Kolam Renang berstandart Internadional dengan penggunaan angaran yang kami liat ada indikasi yang salah, apakah itu spesifikasi kegiatan yang barang kali tidak sesuai yang ada dengan rab kegiatan atau masalh teknis, pengerjaannya yang kurang profesional, sehingga membuat kami bertanya-tanya, jangan-jangan kegiatan ini adanya indikasi merugikan negara”, terang M Amin.

DPD LAKIP 45 menduga ada ketidak beresan dalam hal penggunaan dana proyek tersebut, karena secara logika jika dikerjakan denga profesional dan sesuai spesifikasi kegiatan yang yang ditawarkan didalam rab yang menelan anggaran puluhan miliyar, maka tidak mungkin terjadi kerusakan, retak dll,

“logikanya jika dikerjakan dengan profesional dan sesuai spesifikasi kegiatan yang ditawarkan didalam rab yang menelan anggaran puluhan miliyar, maka tidak mungkin terjadi kerusakan, retak dll”, terangnya kembali.

Oleh karena itu kami dari DPD LAKIP 45 BABEL, meminta kepada pihak penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Bangka Tengah untuk menelusuri dimana letak terjadinya kesalahan, jika sudah ketahuan permasalahan dari mana, maka pihak yang terkait dalam kegiatan ini harus di tindak dan diproses secara hukum,

” Jika sudah ketahuan permasalahan dari mana, maka pihak yang terkait dalam kegiatan ini harus di tindak dan diproses secara hukum, karena kegiatan ini didampingi TP4D dan menggunakan uang negara tapi kok masih ada indikasi ketidakberesan bangunan yang dilihat dari berbagai masalah seperti retak, dugaan kurang volume, dan lain-lain”, tutupnya.

Diketahui pada pembangunan Tahap II dikerjakan kontraktor PT Padimun Golden dengan pagu dana Rp 22.907.000.000- dana APBD – DABA Tahun Anggaran 2018 yaitu meliputi pembangunan 3 kolam renang, yaitu kolam renang pemanasan dengan ukuran 25x15x1,5 meter ,kolam renang kompetisi 25x50x3 meter dan kolam renang Loncat Indah 20 x20 x5 meter dan beberapa bangunan fisik penunjang.

Sementara itu pihak TP4D Kejaksaan Negeri Bangka Tengah Fauzan SH saat ini belum memberi tanggapan apa-apa terkait adanya keinginan DPD LAKIP 45 Babel yang meminta Kejaksaan melakukan pengusutan, Fauzan hanya menjawab konfirmasi yang lalu, itu juga Fauzan mengarahkan Deteksi bertanya kepada Dinas Parpora,

” Tanya orang Dinas Parpora bro”, tulis Fauzan, Selasa ( 12/11) melalui pesan Whats App.

Begitu juga dengan Drs Zainal Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Tengah tidak mau menanggapi saat ditanyakan akan adanya LSM mau melaporkan permasalahan proyek pembangunan Kolam Renang Beluluk kepada APH, Zainal hanya menjawab maaih dikuar kota,

” Saya masih di Jakarta”, tulis Zainal singkat, Selasa (12/11) melalui pesan Whats App..(her)

Sangat disayangkan, pihak kontraktor PT Padimun Golden yang bertanggung jawab terhadap fisik bangunan itu,  sampai berita ini ditayangkan, Deteksi belum berhasil melakukan konfirmasi baik langsung ataupun melalui telepon..(her).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!