Close

PANGKALPINANG,DETEKSIonline.com-Kasus Tanah kawasan Bakau seluas 16 hektar di Dusun Mengkubung  Desa Riding Panjang Kecamatan  wlinyu Kabupaten Bangka sampai saat ini masih gelap.

Pantauan Deteksi, Sabtu ( 2/11/2019) di Dusun Mengkubung Desa Riding Panjang, didalam lahan yang disengketakan itu belum terlihat ada aktivitas untuk pembangunan Tambak Udang.

Kebanyakan warga masyarakat Dusun Mengkubung menolak kalau lahan 16 hektar yang sudah menjadi hutan Bakau itu dijadikan Tambak Udang.

Puncak penolakan masyarakat Dusun Mengkubung itu terlihat, Rabu (30/10) yang lalu, ada lebih kurang 25 orang warga Dusun Mengkubung Kecamatan Belinyu Kabupten Bangka Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rabu ( 30/10/2019 ) dengan tujuan untuk melaporkan beberapa oknum perangkat Desa Riding Panjang yang diduga telah menjual tanah 16 hektar tersebut.

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Kepulauan  Bangka Belitung Roy Arland SH MH mengatakan akan menindaklanjutkan laporan itu dari sisi dugaan korupsinya.

“Karena ini aduan masyarakat maka kami ( Kejati Babel ) sifat nya menerima .kami akan pelajari,kami akan telaah dan inti nya kami menindaklanjuti laporan masyarakat “, kata Roy Arland saat menerima puluhan warga kecamatan Belinyu.

Diungkapkan Roy, seharusnya nya dalam masalah ini, masyatakat cukup melapor ke Polres atau ke Polda, tidak mesti ke Kejati Babel, namun ditegaskan Roy, karena ini sifat nya Laporan masyarakat maka harus diterima.

”Seharusnya persoalan seperti ini cukup melaporkan ke pihak Kepolisian, karena Kejaksaan sifatnya penuntutan. Namun karena ini aduan, ya kita terima untuk dipelajari “, Ujar Roy Arland, Rabu (30/10).

Ditempat yang sama,Kartuli,perwakilan masyarakat Mengkubung,Belinyu berharap agar aduan yang mereka sampaikan ke pihak Kejati hari ini dapat di tindaklanjuti.

“Mengapa kami mengadukan persoalan ini ke Kejati Babel. karena kami mendengar pimpinan kejati Babel saat ini dikenal tegas dan cepat merespon keluhan masyarakat,sehingga kami sangat berharap aduan kami ini selaku masyarakat dapat di tindaklanjuti “,Harap Kartuli, Rabu (30/10).

Untuk diketahui, kasus Tanah Mengkubung inilah, oknum masyarakat Belinyu dan salah seorang pewarta di Babel berseteru dan ahirnya saling lapor.

Sementara itu, Notaris Fatiah yang diduga disebut sebagai pembeli lahan 16 hektar di Sepadan Pantai Mengkubung Desa Riding Panjang Belinyu itu tidak mau berkomentar walau sudah berkali-kali dikonfirmasi oleh Deteksi melalui pesan Whats App sejak Sabtu ( 2/11).

Pesan yang dikirimkan oleh Deteksi cukup dibaca saja oleh Notaris Fatiah, tanpa menjawab apapun..(her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!