Terkait Keterlambatan Pekerjaan Proyek Jalan Kampung Pasir Desa Baturusa, Adendum atau Denda ?

  • Share

MERAWANG,BANGKA,DETEKSI — Tertera dalam papan proyek, batas ahir masa pelaksanaan proyek pembangunan Jalan kampung Pasir Desa Batu Rusa menuju Terang Bulan Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka berahir tanggal 15 Oktober 2019.

Namun sampai hari ini belum ada penjelasan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas PU PR Kabupaten Bangka Panca ST terkait permasalah tersebut, apakah perusahaan CV Tridana Salimar diberikan denda 1/1000 perhari atau Adendum.

Menurut salah satu sumber yang mengetahui dalam hal proyek Pemerintah, jika ada permasalahan proyek yang sudah lewat masa pelaksanaan, ada Dua kemungkinan yang diterapkan kepada pelaksana, yaitu Adendum atau Denda.

“Berarti harus ada adendum pernambahan waktu pekerjaan biasanya dasar adendum dikarenakan ada tambah kurang pekerjaan dll”, ungkap AY kepada Deteksi, Rabu malam (23/10) melalui pesan Whats App.

AY kemukakan, jika tidak ada adendum,  yang pasti perusahaan pelaksana harus wajib dijenakan denda sesuai aturan.

” Kalau tidak adendum, pasti dikenakan denda sesuai aturan”, terang AY kembali.

Sementara, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka (Kasi Intel) Andri Mardiyansyah SH dalam waktu dekat akan mengecek kelapangan terkait temuan pada proyek Jalan Tanah Puru tersebut.

” Nanti kita akan cek lapangan”, Jelas Andri, Selasa malam (23/10).

Diketahui sebelumnya, pagu dana pada pekerjaan pembangunan Jalan kampung pasir Desa Baturusa menuju terang bulan Desa Air Anyir itu senilai
986.767000,00 (Sembilan Ratus Delapan Puluh Enam  Puluh Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Rupiah )  , yang bersumber dari kegiatan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Bangka Tahun 2019 , masa pengerjaan 120 hari , mulai dari 18 Juni hingga 15 Oktober 2019, pelaksana dari Dinas PU PR Kabupaten Bangka dengan rekanan dari CV Tridana Salimar

Masa pelaksanaan proyek yang sudah habis sejak tanggal 15 Oktober 2019 namun sampai hari ini, Rabu (23/10) belum selesai dikerjakan.

Realisasi pekerjaan sekitar 80 %, terlihat juga kondisi jalan Tanah Puru itu terendam air saat air Sungai pasang dan khusus untuk jembatan kayu, terlihat juga ada beberapa kayu penyangga/penghubung yang digunakan untuk jembatan tersebut  sudah belah/pecah dan disambung seadanya, dengan ikatan yang seadanya juga.

Selain itu temuan pada Cerucuk untuk penyangga Talud juga dipasang pendek sekali, Satu batang kayu Cerucuk dipotong menjadi 3 potongan, padahal tanahnya labil dan lembek sekali.

Terpantau juga penggunaan pasir untuk membuat adukan semen dari bekas galian Sungai dilokasi jalan Tanah Puru itu, menurut AR pasir itu kandungan garamnya tinggi karena air Sungai itu asin. Pelaksana tidak membeli pasir dari luar.

Terpisah, Pimpinan DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar Sidi mengatakan , Pihaknya sudah melakukan pengawasan dalam beberapa hari yang lalu dan membenarkan adanya pengerjaan proyek tersebut menurutnya tidak sesuai atau diduga asal jadi .

” Kami sudah melakukan pengawasan dalam beberapa hari yang lalu dan benar ada pengerjaan proyek itu , tapi menurut saya tidak sesuai atau diduga asal jadi ,’ Ungkap Politisi PDIP ini kepada sejumlah wartawan dikediamannya , saat acara Rebo Kasan, Rabu (23/10/2019).

Pembangunan jembatan itu  tidak sesuai dengan harapan karena tidak bisa dilewati oleh Mobil jika hendak melintasi jembatan tersebut ,” Tambah Ketua DPRD Bangka Periode 2019 – 2024. …(her)

 2,458 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *