Close

MUNTOK,BABEL,DETEKSI-Romli Muhtar wartawan Forum Keadilan Babel sekaligus pengurus Forum Wartawan Kejaksaan ( FWKBB ) atau Forwaka Babel menjabat selaku sekretaris Forwaka resmi kemarin di periksa penyidik Tipidter Polres Bangka Barat ( Babar ) Provinsi Bangka Belitung ( Babel ).Rabu ( 9/10/2019 ) kemarin 
Usai diperiksa Polisi.

Romli Muhtar mengaku pemeriksaan selama 4 jam dari pukul 16 hingga 20 00 WIB dengan di “berondong” sekitar kurang lebih 40 pertanyaan dari mulai legalitas kewartawanan hingga terkait materi pemberitaan berjudul “Miris paman Bupati Bangka Barat dituding bagi bagi proyek kepada kontraktor yang berani kasih pulus”

“Saya diperiksa kurang lebih 40 pertanyaan dari mulai legalitas kewartawanan hingga kepada judul berita serta para nara sumber dengan inisial ditanyakan oleh pihak penyidik Tipiter Polres Babar” ujar Romli Muhtar di Mapolres Babar.Rabu ( 9/10/2019 ) sekitar pukul 20 15 WIB, sambil menyantab nasi bungkus.

Diakui Romli bahwa ada beberapa pertanyaan yang saya tolak untuk menjawab, pertama terkait narasumber dalam naskah di inisialkan atau nama yang inisial serta penulis berita ( dalam naskah penulis adalah tim )

“Ada pertanyaan penyidik yang saya tolak ketika penyidik meminta menyebutkan nama narasumber yang dalam naskah menggunakan inisial dan penulis berita dengan kode Tim” ujar Romli

Kalau legalitas lanjut Romli, kewartawanan serta legalitas media semua saya buka dan perlihatkan kepada penyidik saat diminta
Terkait pemeriksaan Romli Muhtar selaku wartawan Forum Keadilan Bangka Belitung selain mendapat statemen laporan salah alamat oleh gubernur Babel Erzaldi Rosman, hal senada dengan Rudi Syahwani selaku ketua Seksi Wartawan Olahraga ( SIWO ) pada organisasi PWI Babel

“Terkait laporan itu mustinya bukan ke Polisi tapi itu fungsi Dewan Pers. Jadi jika ditemukan perkara Pers, laporkan dulu perkara tersebut ke Dewan Pers. Karena nanti Dewan Pers lah yang merekomendasi, apakah itu perusahaan pers, apakah itu masuk ranah pelanggaran UU ITE, apakah yang bersangkutan sudah memenuhi KEJ, apakah terlapornya wartawan, blogger, Febuker, atau civil jurnalis. Semuanya setelah melalui sidang dan kajian dari dewan Pers. Bukannya ujug ujug ke Polisi. Kelihatan pak Bupati Babar tidak memiliki penasehat yang paham soal ini” tegas Rudi Syahwani,Kamis ( 10/10/2019 )..

(herman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!