by

JPU Tuntut Ela 3 Bulan Penjara Padahal Ancamannya 7 Tahun

SUNGAILIAT,BABEL, DETEKSI-Pasal 242 KUHP ayat (1) berbunyi , “Barang siapa dalam hal-hal yang menurut undang-undang menuntut sesuatu keterangan dengan sumpah atau jika keterangan itu membawa akibat bagi hukum dengan sengaja memberi keterangan palsu, yang di atas sumpah, baik dengan lisan maupun tulisan, maupun oleh dia sendiri atau kuasanya yang khusus untuk itu dihukum penjara selama-lamanya  tujuh tahun.

Dalam perkara kasus pasal 242 ayat 1 ini, terdakwa Susilawati alias Ela hanya dituntut 3 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka, Mila Karmila.

“Tuntutannya tiga bulan penjara,” ungkap Mila Karmila usai sidang di Pengadilan Negeri Sungailiat, Senin (07/09/2019) petang.

Pertimbangan yang memberatkan terdakwa, lanjut Mila Karmila, karena perbuatan terdakwa telah merugikan orang lain.

Sementara pertimbangan yang meringankan terdakwa, karena terdakwa sudah mengakui dan menyesali perbuatannya, juga sudah berdamai dengan Hengky baik diluar maupun di dalam persidangan.

“Pertimbanganyang memberatkan terdakwa, karena perbuatan terdakwa telah merugikan orang lain. (Pertimbangan) yang meringankan terdakwa, karena terdakwa sudah mengakui dan menyesali perbuatannya, juga sudah berdamai dengan Hengky baik diluar maupun di dalam persidangan,” bebernya.

Masih kata Mila, sidang dilanjutkan Senin pekan depan, dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan dari terdakwa.

“Senin depan pledoi. Terdakwa sampaikan pledoi secara tertulis,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat melalui Humas, R. Narendra M.I, membenarkan kabar tersebut.

“Ya, jaksa hari ini sudah mengajukan tuntutan pidana. Pada pokoknya seperti itu tuntutannya (tiga bulan penjara)” ungkap hakim yang akrab disapa Kiki ini.

Menurut Kiki, Senin pekan depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa.

“Minggu depan acara adalah pembelaan dari terdakwa. Sidangnya hari Senin depan,” tukasnya.

Dikabarkan sebelumnya, terdakwa Ela terjerat perkara dugaan memberikan keterangan tidak benar atau keterangan palsu di muka persidangan, sebagaimana dimaksud pasal 242 KUHPidana.

Pada sidang Selasa pekan lalu, dihadapan JPU dan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, terdakwa Ela mengakui telah memberikan keterangan yang tidak benar atau keterangan palsu, pada perkara dugaan pencurian dalam keluarga atau dalam rumah tangga, dengan terdakwa Hengky Tjin tahun 2015 silam…

(herman)

 

 212 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed