by

Alasan JPU Tuntut Ela 3 Bulan Penjara

SUNGAILIAT,BABEL,DETEKSI-
Alasan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka hanya menuntut terdakwa pasal 242 KUHP Susilawati alias Ela hanya 3 bulan penjara adalah karena korban yaitu pelapor sudah memaafkan dan sudah ada perdamaian antara terdakwa dengan pelapor.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka R Jeffri Huwae SH MH menjelaskan kepada Deteksi Online bahwa antara terdakwa dan korban sudah berdamai dan korban sudah memaafkan terdakwa,

” Korban (pelapor) sudah memaafkan dan berdamai. Kewajiban hukum adalah memberikan rasa adil bagi korban dan pelaku. Kalau korban sudah damai dan merasa sudah  memperoleh keadilan, apalagi kepentingan hukum. Apakah adil kalau hukum merusak tatanan kehidupan yang sudah terjalin dengan baik ? Agar direnungkan. Tapi Kalau masih ada yang merasa menjadi korban, saya minta diinfokan. Ini tanggungjawab saya”, jelas Jeffri melalui pesan Whats App, Senin malam (7/10/2019).

Selanjutnya, Jeffri meminta kepada teman-teman media untuk konfirmasi dulu kepadanya supaya media dan penegak hukum bisa saling mengerti dan bertukar pikiran,

“Nanti ke depan mohon konfirmasi ke saya dulu. Supaya teman-teman dan penegak hukum bisa saling mengerti dan bertukar pikiran. Harapannya kita menjadi agen perubahan untuk masyarakat Bangka”, tulisnya.

Sebelumnya diketahui, terdakwa Susilawati alias Ela dituntut 3 bulan penjara dan dipotong masa tahanan oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka, Mila Karmila.

“Tuntutannya tiga bulan penjara,” ungkap Mila Karmila usai sidang di Pengadilan Negeri Sungailiat, Senin (7/10/2019) petang.

Terpisah, Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat melalui Humas, R. Narendra M.I, membenarkan hal itu,

“Ya, jaksa hari ini sudah mengajukan tuntutan pidana. Pada pokoknya seperti itu tuntutannya (tiga bulan penjara)” ungkap hakim yang akrab disapa Kiki.

Menurut Kiki, Senin pekan depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa.

“Minggu depan acara adalah pembelaan dari terdakwa. Sidangnya hari Senin depan,” tukasnya.

Pada sidang Selasa pekan lalu, dihadapan JPU dan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, terdakwa Ela mengakui telah memberikan keterangan yang tidak benar atau keterangan palsu, pada perkara dugaan pencurian dalam keluarga atau dalam rumah tangga, dengan terdakwa Hengky Tjin tahun 2015 silam…

(herman)

 

15 total views, 2 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed