Close

JAKARTA, DETEKSIONLINE.com: Perusahaan eksepedisi J&T diduga menghilangkan sertifikat tanah milik seorang konsumen yang dikirim melalui perusahaan eksepedisi tersebut dari Pontianak, Kalbar ke Jakarta.

“Bukan hanya sertifikat tanah tapi juga surat ukur ulang yang baru selesai,”  kata Wytie kepada wartawan di Jakarta.

Menurut Wytie, dokomen dikirim oleh rekannya tanggal 24 Juli 2019 dari Pontianak ke Jakarta pakai J&T. “Di disitu ditulis 3 hari kita akan terima di Jakarta,” ujarnya.

Kebetulan, katanya,Sabtu  tanggal 27 Juli 2019 dan hari Senin tgl 29 dihubungi katanya masih proses. “Tanggal 30 nya saya telpon lagi masih tetap sama barang masih di gudang J&T dan masih proses, tiba-tiba tanggal  2 Agustus 2019 nya barang dinyatakan hilang,”  ungkap Wytie dengan geram di Gedung J&T.

“Saya heran,mengapa perusahaan expedisi sebesar J&T pelayanannya sangat buruk dan tidak mempunyai SOP yang melindungi konsumen, sertifikat saya hilang tak diketahui dimana rimbanya,itu menurut keterangan Deni bagian Customer Service J&T,” ungkap Wyte.

“Dan yang lebih menjengkelkan lagi,pihak J&T hingga saat ini (13/09) tidak mau mengeluarkan surat keterangan atau pernyataan bahwa dokumen berupa sertifikat atas nama Asteria hilang,lalu dimana tanggung jawab J&T dan dimana peran J&T dalam melindungi konsumen,” kata Wyte.

Sejatinya dalam undang-undang perlindungan konsumen No:8 Th 1999 BAB I Pasal 1 telah dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen.

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.

Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat untuk diperdagangkan, dipakai, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen.

Jasa adalah setiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan bagi masyarakat untuk dimanfaatkan oleh konsumen.

Pasal 2

Perlindungan konsumen berasaskan manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan dan keselamatan konsumen, serta kepastian hukum.

Pasal 3

Perlindungan konsumen bertujuan :

meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri;

mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian barang dan/atau jasa;

meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan, dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen;

menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi;

menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggungjawab dalam berusaha;

meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha produksi barang dan/atau jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan konsumen.

Pasal 7

Kewajiban pelaku usaha adalah :

beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya;

memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan;

memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;

menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku;

memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang dan/atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau yang diperdagangkan;

memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;

memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang dterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.

Kedatangan Wytie disambut oleh Ario legal J&T,Diego dan Erlina bagian PR,mereka mengatakan, silakan buat surat komplin kepada J&T secara tertulis. “Kami akan ajukan ke direksi kami sehingga nantinya ada jobdes kepada kami,” terang Ariyo legal dari J&T  di loby gedung J&T

Dengan raut muka kecewa.

Wytie membuat surat komplin kepada J&T,dan surat itu dibawa oleh Ario kehadapan Direksi J&T setelah berdebat sengit dengan Wytie,dan selama kurang lebih 5 jam menunggu di ruang rapat akhirnya jawaban surat komplin Wytie dikeluarkan oleh General Manager Moses yang menyatakan dokumen penting yang dikirim dari Kalimantan Barat ke Jakarta hilang atau tidak diterima Wytie..

(dra)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!