Close

JAKARTA, DETEKSIONLINE.com: Tragedi mengerikan terjadi pada akhir tahun 2018 yakni jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Perairan Karawang,Indonesia yang menewaskan ratusan penumpang,bahkan hingga saat ini,jangankan bangkai ratusan penumpangnya,bangkai kapalnya pun tak diketemukan.

Duka menyelimuti keluarga para korbanĀ  penumpang Lion Air JT610,keinginan keluarga untuk dapat melihat jasad korban tak bisa terpenuhi dan yang lebih menyakitkan lagi,negara tidak hadir dalam malapetaka jatuhnya pesawat Lion Air JT610,ini ditegaskan oleh kuasa hukum diantara korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 Aprillia Supaliyanto,SH dari Indra Sahnun Lubis ,SH and Associates yang bekerjasama dengan Wisner Law Firm di Amerika Serikat

Padahal,kehadiran negara disaat rakyatnya mendapatkan malapetaka sejatinya menjadi sebuah keharusan,karena terbentuknya sebuah negara datang dari sebuah kesadaran bersama akan perlunya perlindungan hukum, hak asasi,jaminan kesejahteraan bagi masyarakat yang ada dalam sebuah himpunan masyarakat bernama negara

“Kami terus berjuang membela hak-hak korban jatuhnya Lion Air JT610 walau dalam hal ini negara cuek,negara tidak hadir dalam kasus ini,seharusnya negara ikut andil menyelesaikan masalah dan membantu memperjuangkan hak-hak korban” tandas Aprillia Supaliyanto SH kepada awak media Jum’at 06/09/19 di Jakarta

Tragedi maut 29/10/2018 yang merenggut ratusan nyawa penumpang Lion Air JT610 ini kini sudah dalam tahap mediasi antara pihak korban yang diwakili kuasa hukumnya Aprillia Supaliyanto SH dan Siti Milanie Lubis yang bekerjasama dengan Wisner Law Firm Amerika Serikat.

“Setelah administrasi lengkap,dalam waktu dekat,Oktober 2019 ini,seluruh keluarga korban ( ahli waris) akan mendapatkan hak-haknya,jadi tidaklah benar apabila ada statemen yang meng-clim bahwa:hanya law firm tertentu yang dapat mencairkan dana asuransi para korban dalam ketentuannya diatur,para korban dapat mengurus haknya melalui Lawyer yang telah mereka beri kuasa dan Lawyer tersebut bekerjasama dengan law firm yang ditunjuk Boeing untuk mengawasi dan mengelolanya.”ungkap Aprillia Supaliyanto.

” Kami ingin sampaikan bahwa:benar Boeing telah menyiapkan dana U$$100.000,000 yang dari total tersebut ada dana U$$ 50.000,000 untuk santunan atau uang tunggu kepada para ahli waris korban Lion Air JT 610 dan Ethiopia Air ET302,jadi bukan hanya untuk korban penumpang Lion Air saja,perlu diketahui,dana U$$ 50.000,000 itu merupakan dana santunan yang bersifat sukarela dari pihak Boeing,katanya.

Masih menurut Aprillia,dana sukarela tersebut akan dibagikan Boeing kepada para korban yang dipercayakan pengelolaan dan pengawasannya kepada kantor pengacara Keneth Feinberg,sedangkan dana U$$50.000,000 dari total U$$ 100.000,000 hingga saat ini belum diputuskan akan didistribusikan kepada siapa.(ruk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!