by

Atasi Debu Batu Bara, KCN Percepat Pembangunan Mini Forest di Pelabuhan Marunda

JAKARTA, DETEKSIONOLINE.com: PT Karya Citra Nusantara (KCN) sebagai operator pelabuhan Marunda telah dan akan mengambil langkah segera untuk mengatasi debu batu bara yang berasal dari penumpukan batu bara oleh tenant yang ada di sekitar pelabuhan.

Hal ini dikatakan Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi menanggapi tudingan bahwa penggunanaan batu baru menjadi salah satu penyebab tingginya polusi udara di Jakarta.

“Sejak semula KCN telah memberi instruksi kepada para tenant yang bergerak di sektor batu bara untuk menutup tumpukan yang ada dengan menggunakan terpal serta melakukan penyiraman lahan pelabuhan dengan air setiap jam untuk mengurangi debu-debu yang beterbangan,” kata Widodo Setiadi dalam rilis yang diterima deteksionline.com, Kamis (5/9/2019)..

Diketahui, dalam sebulan terakhir, polusi udara khususnya di sekitar DKI Jakarta meningkat cukup tajam, beberapa kalangan menilai polusi ini diakibatkan oleh jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak dan penggunaan batu bara juga dituding menjadi salah satu pemicu meningkatnya pencemaran udara.

Selain langkah yang telah dilakukan, kata Widodo Setiadi, manajemen  KCN akan membuat jaring basah yang dialiri air untuk menangkap partikel debu yang beterbangan di sekeliling area bongkar muat. ‘’Kami bekerja sama dengan IPB melakukan penelitian untuk membuat mini forest di sekitar pelabuhan, sehingga debu dari aktivitas pelabuhan tidak sampai ke pemukiman penduduk,’’ papar Widodo.

Pada 2013 dan 2014, KCN telah menanam masing-masing sebanyak 10.000 pohon bakau di sekitar pelabuhan Marunda untuk mengantisipasi debu dari kegiatan bongkar muat. Selanjutnya pada 2015, anak usaha dari Karya Tekhnik Utama (KTU) dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini, juga telah membuat mini forest di sekitar area kantor yang berada di wilayah pelabuhan.

Secara rutin penyemprotan dan pembersihan dermaga juga dilakukan setiap 2 minggu, hingga membersihkan parit pembuangan untuk mengantisipasi penyumbatan yang bisa memicu banjir. ‘’Ditengah permasalahan hukum yang sedang kami hadapi dari pemegang saham, kami tetap berupaya menjaga lingkungan sekitar pelabuhan, sambil melanjutkan pembangunan pelabuhan sesuai dengan perundangan yang ada, demi memberi kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional,’’ tegas Widodo.

Menurut Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara yang melakukan peninjauan ke lokasi pelabuhan pada pertengahan Agustus lalu, KCN sebagai operator pelabuhan telah memiliki UKL-UPL yakni izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib Amdal dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (hendra usmaya)

 

 

 

27 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed