Close

PANGKALPINANG,deteksionline.com- Ketua TP4D Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Amir Syarifudin SH MH yang menjabat sebagai Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) menjekaskan kepada media terkait pelaksanaan proyek Talud pengaman Pantai Pering, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur yang sebelumnya diduga menggunakan Batu Tanah Puru.

Penjelasan itu disampaikan langsung oleh Asdatun Amir Syarifudin dikantornya, lantai Dua kantor Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Selasa (3/9).

Menurut Asdatun, setelah tim TP4D Kejati Bangka Belitung turun langsung ke lokasi untuk mengecek permasalahan proyek Talud Pantai Pering itu, Kamis (22/8/2019).

Dengan langsung dihadiri pihak pelaksana proyek, PPK Edi Hidayat dan kontraktor Ismet Pasri.

Hasil pengecekan memang benar batu yang dijadikan material proyek bukan batu gunung atau batu belah seperti pada umumnya yang berwarna putih.

Melainkan batu yang berwarna layaknya batu tanah puru orange yang disebut batu Kikarat dari Kampit.

“Namun batu itu ternyata masih sesuai dengan spek di RAB. Batu tersebut sama kualitasnya dengan batu gunung atau batu belah yang disebutkan di RAB,” terang Amir.

Lagi menurut Asdatun Kejati Babel, kualitas batu Kikarat dari Kampit itu menurutnya merupakan jenis batu yang umum digunakan masyarakat setempat. Bahkan pihaknya juga turut langsung mengecek lokasi dimana batu diambil.

“Memang ada batu gunung di Belitung sana tetapi sangat jauh dari lokasi proyek dan memakan ongkos yang besar. Sehingga pihak pelaksana lebih memilih batu Kikarat yang dekat dengan lokasi proyek itu yang mana kualitasnya tetap sama dengan batu gunung,” ungkapnya lagi.kepada media.

Masih menurut Asdatun, pihaknya akan menampung segala laporan masyarakat terhadap proyek tersebut pasti akan ditindak lanjuti.

Sebab selaku institusi pendamping pihaknya turut bertanggung jawab untuk mengecek atas dugaan-dugaan yang ditemukan masyarakat.

“Kita tugasnya mendampingi agar proyeknya berjalan sesuai dengan kontraknya. Tetapi bilamana sampai ada informasi masyarakat tentu kita harus mengecek langsung,” ujarnya.

Bila mana ada laporan dan temuan, pihak TP4D tidak akan tinggal diam bilamana dikemudian ditemukan adanya penyimpangan dari kontrak yang ada.

“Walau kita selaku pendamping, tetapi tetap akan menindak lanjuti bilamana sampai menemukan adanya perbuatan melawan hukum. Silahkan warga masyarakat terus mengontrolnya, justeru kita terbantu,” tukasnya.

Diketahui, proyek pembangunan Talud Pantai Pering Kelapa Kampit, Belitung Timur itu dikerjakan oleh CV. Bangka Jaya Engineering sebagai rekanan Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruangan, Provinsi Bangka Belitung yang bersumber dari APBD 2019 senilai Rp 1.011.905.000..

(hs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!