Surat Muchtar Pakpahan Soal Bisa Perbaiki BPJS Belum Ditanggapi Presiden

  • Share

JAKARTA, DETEKSIONLINE.com: Ketua Umum DPP (K) SBSI Prof DR Muchtar Pakpahan, SH, MA mempertanyakan surat yang dikirimnya kepada Presiden Joko Widodo, yang hingga kini belum mendapat tanggapan.

“Saya juga heran surat mengenai perbaikan BPJS yang saya kirimkan belum dijawab juga,” ujar Muchtar Pakpahan kepada Deteksionline di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut Muchtar surat dikirimnya bernomor  : A.6.010/EKS/VIII/2019 tersebut sudah dikirim tanggal 26 Agustus.

Dalam surat itu Muchtar menyatakan dirinya sanggup memperbaiki dan menyehatkan  BPJS selama dua tahun.

“Untuk itu saya mohon diberi kepercayaan selama dua tahun untuk saya dapat membenahi BPJS Kesehatan menjadi BPJS yang sehat seperti diharapkan rakyat Indonesia, khususnya  penerima upah/gaji buruh,” katanya.

Modal yang dimiliki untuk benahi BPJS, katanya, adalah bahwa dia sebagai  sebagai perancang  RUU Jaminan sosial buruh yang kemudian menghasilkan UU no 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Saya juga  saya ikut juga berjuang sehingga lahirlah UU no 21 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Saya sangat berkeinginan BPJS Kesehatan menjadi sehat, dan dapat membuat rakyat Indonesia menjadi sehat,” ujarnya.

Modal lainnya adalah Ketulusan dan Kejujuran. Menurutnya, sepanjang hidupnya menjadi aktivis sejak tahun 1978, dia terlatih hidup tulus dan jujur, karena itu kebiasaan praktek hidupnya sehari-hari adalah mempraktekkan hidup dalam  ketulusan dan kejujuran.

“Saya mampu menjadikan ada yang tidak ada,  di antara yang ada dalam begitu beratnya kesulitan dan rintangan, yang rintangannya pemerintahan Orde Baru. Bersama Gusdur, Sabam Sirait, Suko Waluyo dan Rachmawaty Sukarnoputri mendirikan SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia),” ucapnya.

Muchtar juga mengatakan akan berani mengambil keputusan memperbaiki dan membenahi  BPJS Kesehatan berhadapan dengan siapapun, dan siap memikul resiko keputusan.

Yang terpenting katanya, pemerintah harus meminta Stop menyerahkan menyelesaiakan masalah atau menyehatkan BPJS kepada China. “Saya baca di  Kumparan 23 Agustus 2019, 17.50 WIB, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan ada menyatakan Perusahaan Asuransi China siap bantu BPJS Kesehatan, usai mengadakan rapat dengan BPJS Kesehatan. Buat apa minta bantuan China karena kita juga mampu memperbaikinya,” ucapnya lagi.

Muchtar berharap Presiden dapat membaca surat yang dikirimnya  dengan pikirin jernih, sehingga memahami kegundahan hati rakyat akibat betapa banyaknya masalah BPJS. “Saya hanya minta dua tahun, setelah itu saya kembali ke SBSI,” tegasnya.

Menurutnya, surat yang dikirim ke Presiden itu ditembusakan juga kepada Ketua DPRRI, Ketua DPD RI, Menko PKM RI,Menko Maritim RI, Menteri Kesehatan RI dan Menteri Ketenagakerjaan RI. (darsani)

 

 1,500 total views,  2 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *