Proyek Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Nyato Tahap II Belitung Diduga Menggunakan Pasir Laut Untuk Pengurugannya

  • Share

BELITUNG,deteksionline.com-Penimbunan atau pengurugan proyek pembangunan pelabuhan penyeberangan Tanjung Nyato Tahap II oleh Kementerian Perhubungan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII diduga menggunakan pasir laut.

Hal itu berdasarkan keterangan dari SD (40) warga Belitung yang melakukan pemantauan ke lokasi baru-baru ini, minggu (25/8).

Menurut SD,.penimbunan proyek pelabuhan penyeberangan itu menggunakan pasir laut di sekitar itu dengan cara di isap melalui mesin isap dengan menggunakan selang.

“saya melihat langsung dilokasi proyek dan ini saya vidiokan, pemborong menggunakan pasir laut untuk penimbunan proyek itu”, ujar SD, Kamis (29/8) di Belitung.

Selain SD, salah satu pekerja proyek UY (45) warga Selat Nasik Beltim, juga mengakui kalau penimbunan proyek itu menggunakan pasir laut.

” kami memang menggunakan pasir laut pak, karena pasir darat susah”, akui UY melalui telepon , Saptu ( 31/8).

Sementara itu Heriyanto salah satu pemborong di Pangkalpinang merasa kaget kalau ada pemborong yang menggunakan pasir laut untuk pembangunan proyek pemerintah, apalagi proyek sampai 26 Miliar.

Menurut Heriyanto, penggunaan pasir laut itu tidak bagus, alasannya pertama pasir laut memiliki bentuk struktur butiran yang sangat halus, sehingga jika butiran pasir laut disatukan dalam adukan semen tidak akan kuat, dan jika tetap dipaksakan maka ikatan tersebut akan lebih mudah untuk terlepas, daripada menyatu dengan kuat. Intinya semakin tajam butirannya maka akan semakin baik kekuatannya.

“Jika kita membuat campuran beton dengan menggunakan pasir laut maka hasilnya akan sangat buruk, maksudnya kita akan lebih banyak membutuhkan semen pengikatnya, sehingga akan sangat membebani anggaran pembangunan. Bila dibandingkan jika kita menggunakan pasir yang berasal dari daratan. Saat kita akan membuat adukan pasir laut dengan semen, ada hal yang harus diperhatikan yaitu, kita tidak bisa mengaduk campuran tersebut sebanyak jika kita menggunakan pasir daratan”, paparnya

Heriyanto juga jelaskan jika kita mengaduk campuran pasir laut terlalu banyak, maka dapat menghilangkan sifat pengikat dari semen. Atau dapat dikatan seperti tidak pernah diberi semen saja.

“Ada hubungan antara asinya pasir yang berasal dari laut dengan senyawa pengikat yang terdapat di dalam semen. Karena sifat asin dari air laut membuat semen menjadi kehilangan sifat pengikatnya. Dan jika kita menggunakan beton bertulang, sifat asin dari pasir laut juga dapat membuat besi tulangan beton tersebut menjadi berkarat sehingga dapat melemahkan struktur, yang pada akhirnya dapat menyebabkan patahnya struktur dan jika dilihat dari segi kekuatan bangunan maka pasir laut, akan menghasilkan kekuatan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan menggunakan pasir dari gunung berapi. Selain dari struktur butirannya yang sangat halus, pasir laut juga memiliki rasa asin, sehingga semen merk apapun juga bakal kehilangan sifat perekatnnya saat berhadapan dengan rasa asin pasir laut”, jelasnya lagi.

Untuk diketahui, proyek pembangunan pelabuhan penyeberangan Tanjung Nyato Tahap II dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VII Palembang dilaksanakan oleh rekanan PT Lambung karang Sakti dengan pagu dana Rp 26.967.000.000,00,- dengan lokasi di Selat Nasik Belitung.

Namun sangat disayangkan sampai berita ini naik, deteksionline.com belum berhasil melakukan konfirmasi baik kepada PPK ataupun kepada Balai Pengelola Transpormasi Darat Wilayah VII di Palembang..( hs ).

 2,000 total views,  3 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *