Close

 

PANGKALPINANG,BABEL, DETEKSIONLINE.com-Walau berkali-kali di konfirmasi baik melalui telepon ataupun langsung ke rumahnya di sekitar Polsek Belinyu, kecamatan Belinyu kabupaten Bangka, Peter Bos Tongkang ilegal tangkapan Bakamla tetap bungkam.

Padahal sebelumnya kejadian ini, menurut beberapa sumber Deteksi Online, Peter Bos BBM asal Belinyu tersebut dikenal sangat ramah dengan kalangan media.

” Bos Peter biasanya ramah kok, mudah ditemui, namun semenjak kasus tangkapan Bakamla ini, beliau tidak mau mengangkat telepon atau ketemu wartawan”, sebut AD salah satu wartawan dari Sungailiat, Jumat (23/8/2019) usai meliput kegiatan serah terima kasus BBM ilegal di Belinyu.

AD juga sebutkan Peter ini adalah anak dari Afuk pengusaha BBM Belinyu.

” Peter ini anak pak Afuk, pengusaha SPBU Belinyu”, sebut AD.

Peter juga dikenal sebagai pemilik dari beberapa SPBU di Belinyu dan di Sungailiat dan juga dikenal sebagai Bos mobil pengangkut BBM jenis solar industri.

Perusahaan angkut BBM milik Peter juga pernah bermasalah didalam penyalahgunaan penyaluran BBM jenis solar milik PT Peter Wirasakti Jaya Mandiri kembali terjadi. Sebuah truk tanki warna biru putih dengan nopol BN 8202 QA tertangkap kamera sedang melakukan pengencingan BBM di Tepi Pantai Teluk Uber Tanjung Pesona, Kamis (9/4).

Diketahui sebelumnya, kasus tangkapan 1 KIP dan 4 Tongkang BBM ilegal yang ditangkap oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Perairan Laut Babel, resmi  diserahkan Bakamla kepada Polda Babel, di atas Kapal Bakamla, di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu, Babel, Jum’at (23/8/2019).

Penyerahan kasus tersebut dilaksanakan oleh Sestama Bakamla Laksamana Muda S Irawan MM kepada Wakapolda Babel Kombes Pol Slamet HS yang mewakili Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono.

” Kawan-kawan Media semua, ini  pres rilis terkait kasus penangkapan 1 KIP dan 4 Tongkang BBM oleh Tim Bakamla RI , Senin ( 19/8), penyidikan awal yang dilaksanakan oleh tim yang berwenang. Kemudian pada hari ini, Jumat (23/8)  kasus ini kita serahkan kepada pihak Polda Bangka Belitung,” kata sang jenderal bintang dua tersebut.

Sementara itu Wakapolda Babel Kombes Pol Slamet berjanji akan melakukan proses penyidikan yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan setiap perkembangan dalam penyidikannya, akan disampaikan kepada media.

“Kita akan melakukan proses penyidikan sesuai undang-undang yang berlaku. Tentunya perkembangannya nanti akan kita sampaikan pada kawan-kawan semua, ,” tegas Kombes Slamet.

Yang menarik dalam kasus ini menurut Sestama Bakamla Laksamana Muda M Irawan MM, pelaku sudah berulang kali melakukan kegiatan penyelundupan BBM ini dan lihatlah sampel BBM yang diambil ini warnanya beda-beda, tidak seperti BBM keluaran Pertamina.

“Pelaku sudah melakukan kegiatan ini berkali-kali, lihatlah BBM nya tidak sama dengan BBM produksi Pertamina. Dan mengenai kerugian negara masih dihitung”, tegasnya sambil menutup pelaksanaan acara pres rilis tersebut.

Jendral Bintang Dua AL itu juga sebut dalam operasi Bakamla itu, ada beberapa orang warga negara asing yang diamankan karena bekerja tanpa dokumen namun Sestama Bakamla tidak menyebutkan asal negara mana WNA tersebut.

” ada 6 orang WNA yang ikut diamankan dan ini merupakan tangkapan terbesar, total BBM yang berhasil diamankan adalah 500 ton”, jelas S Irawan dengan tegas..(HS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!