Close

 


BELINYU,BABEL, DETEKSIONLINE.com-Kasus tangkapan 1 KIP dan 4 Tongkang BBM yang ditangkap oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Perairan Babel, resmi diserahkan kepada Polda Babel, di atas Kapal Bakamla, di Pelabuhan Tanjung Gudang, Belinyu, Babel, Jum’at (23/8/2019).

Penyerahan kasus tersebut dilaksanakan oleh Sestama Bakamla Laksamana Muda M Irawan MM kepada Wakapolda Babel Kombes Pol Slamet HS yang mewakili Kapolda Babel, Brigjen Pol Istiono.

” Kawan-kawan Media semua, ini pres rilis terkait kasus penangkapan 1 KIP dan 4 Tongkang BBM oleh Tim Bakamla RI , Senin ( 19/8), penyidikan awal yang dilaksanakan oleh tim yang berwenang. Kemudian pada hari ini, Jumat (23/8) kasus ini kita serahkan kepada pihak Polda Bangka Belitung,” kata sang jenderal bintang dua tersebut.

Sementara itu Wakapolda Babel Kombes Pol Slamet berjanji akan melakukan proses penyidikan yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan setiap perkembangan dalam penyidikannya, akan disampaikan kepada media.

“Kita akan melakukan proses penyidikan sesuai undang-undang yang berlaku. Tentunya perkembangannya nanti akan kita sampaikan pada kawan-kawan semua, ,” tegas Kombes Slamet.

Pemilik Kapal Masih Misteri

Sementara sampai saat ini pemilik Kapal Isap Produksi ( KIP) dan 4 Tongkang BBM yang tertangkap dalam Operasi khusus Bakamla RI dengan Kapal patroli KN Bintang Laut-401, Senin (19/08), masih misteri.

Beberapa pihak yang diduga kuat sebagai pemilik, namun tidak mau mengakuinya.

Berdasarkan info  memunculkan nama seorang anggota DPRD Kota Pangkalpinang inisial SM yang diduga kuat disebut sebagai pemilik KIP tersebut.

Namun, SM sendiri tidak mengaku KIP tersebut adalah miliknya, SM mengaku hanya sebagai agen yang mengurusi permasalahan KIP tersebut.

“Nah ini dak bener, anda wartawan jangan beropini. Kita hanya sebatas pengurusan dokumen kesyahbandaran, keagenan saja bukan owner kapal kitanya,” sangkalnya dihubungi melalui ponselnya, Rabu (21/8/2019).

Sementara itu, 4 kapal pengangkut BBM ilegal diduga milik seorang pengusaha asal Belinyu, Piter.

Pengusaha Piter tersebut saat ditelpon oleh sumber, Piter mengelak disebut sebagai pemilik kapal BBM.
“Oh gak pak, disitu gak ada kapal kita pak. Gak ada kapal kita. Kapal kita semua dokumen sudah dicek tidak ada masalah,” elaknya, Rabu (21/8/2019).

Bahkan dalam percakapan melalui pesan whatsapp, Piter mengaku kalau kapal-kapal miliknya lengkap.
“Ya pak, surat-surat kita lengkap, terima kasih. Kita uda lengkapi data-data yang diperlukan pihak terkait.

Kita ini agen resmi dari Pertamina Patra Niaga cabang Babel. Kalau ada ke Belinyu kontek-kontek ajalah pak sekalian kita kenalan, ” tulisnya melalui pesan whatsapp.

Piter juga saat dikonfirmasi melalui pesan WA oleh Deteksi Online, Kamis (22/8) tidak menjawab. Konfirmasi dari Deteksi hanya dibaca saja olehnya, bahkan sampai hari ini Piter tidak mau menjawab konfirmasi dari Deteksi Online.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Isap Pasir (KIP) sebelumya melakukan pengisian solar industri High Speed Diesel (HSD) dari kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB).

Hasil pemeriksaan sementara dokumen SPOB dan muatan minyak lengkap tetapi untuk dokumen KIP tidak lengkap.

Berdasarkan informasi dari masyarakat tentang aktivitas peredaran BBM ilegal di wilayah perairan Bangka Belitung, maka Tim Opsus Bakamla RI dengan dukungan KN Bintang Laut-401 yang dikomandani Mayor Bakamla Margono terus melaksanakan operasi di wilayah Bangka Belitung. Dari hasil operasi tersebut berhasil menghentikan dan memeriksa dua kapal SPOB dan dua kapal Motor Tanker (MT).

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (T9) atas pengakuan nakhoda bahwa kapal mendapatkan minyak sebanyak 300 ton dari kapal tanker di Palembang tanpa dokumen yang sah. Minyak kemudian dijual ke kapal KIP dan saat ini sisa minyak sebanyak 70 ton.

Kemudian tim juga memeriksa kapal SPOB dengan hasil pemeriksaan awal kapal mengangkut minyak ilegal yaitu minyak CONG (minyak olahan masyarakat) dari pelabuhan tikus di Kubangan Jambi. Sisa muatan di kapal sebanyak 130 ton minyak.

Tim khusus beroperasi kembali disekitar perairan Bangka Belitung, mengadakan penyelidikan dan pencarian dengan mendekati satu persatu kapal yang berada diperairan tersebut dan akhirnya kapal target ditemukan. Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan awal dan didapati kapal MT (BA) mengangkut minyak CONG sebanyak 20 ton. Saat pemeriksaan dokumen kapal tidak ada.

Tim khusus juga memeriksa kapal MT (AD15) yang mengangkut 350 ton minyak yang berasal dari olahan masyarakat dari Kubangan Jambi.

Seluruh kapal hasil operasi di adhoc ke Belinyu Bangka guna pendalaman dan penyidikan lebih lanjut.

Yang menarik dalam kasus ini menurut Sestama Bakamla Laksamana Muda M Irawan MM, pelaku sudah berulang kali melakukan kegiatan penyelundupan BBM ini dan lihatlah sampel BBM yang diambil ini warnanya beda-beda, tidak seperti BBM keluaran Pertamina.

“Pelaku sudah melakukan kegiatan ini berkali-kali, lihatlah BBM nya tidak sama dengan BBM produksi Pertamina. Dan mengenai kerugian negara masih dihitung”, tegasnya sambil menutup pelaksanaan acara pres rilis tersebut..( HS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!