by

Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Belitung Diduga Untuk Cari Keuntungan Sebanyak-banyaknya

BELITUNG,DETEKSIONLINE.com-Proyek pembangunan talud pantai pering kelapa kampit yang terletak di kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diduga cari keuntungan sebanyak-banyaknya.

Pasal nya, proyek Talud yang menjadi pekerjaan primer pada umum nya menggunakan material batu gunung diganti menggunakan material batu putu.

Ironis Nya, Edy selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Proyek talud pengaman pantai pering menyangkal kalau Proyek tersebut menggunakan material batu puru.

“Dalam pelaksanaan proyek talud pengaman pantai pering menggunakan material batu gunung bukan batu puru karena kwalitas batu puru tidak sebagus batu gunung,” kata Edi ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (14/8).

Ditambahkannya, jika mengacu dalam Rencana Anggaran Belanja ( RAB) proyek pengaman talud pantai pering menggunakan meterial batu gunung maka kata dia pelaksanaan pekerjaannya tetap mengacu kepada RAB batu gunung bukan material batu puru.

” kita mengacu kepada Rab nya material Batu gunung bukan material batu puru “kata Edy Sembari menambahkan proyek talud pantai pering dikerjakan sesuai dengan spek.

Sementara itu sebelumnya kepala bidang sumber daya air (SDA) dinas pekerjaan umum Provinsi kepuluan Bangka Belitung Arief, mengakui jika proyek talud pengaman pantai Pering Kelapa Kampit Belitung menggunakan marerial batu puru dikarenakan meterial batu untuk talud tergantung kondisi lapangan, misalnya di Pulau Bangka yang umumnya batu belah disebabkan sumber daya yang ada berbeda dengan kondisi di Belitung Timur (Beltim).

“Batu untuk talud tergantung kondisi lapangan, misalnya di Bangka yang umum batunya belah, karena sumber daya yang ada itu dan tempat lain juga bisa pakai. Kebetulan di Beltim batu puru lebih mudah didapat,” kata Arief.

Bersamaan dengan itu, Fr yang berprofesi sebagai kontraktor saat dimintai tanggapannya terkait proyek talud pengaman pantai pering menggunakan material batu puru menyatakan bahwa pekerjaan primer talud mengacu kepada analisa seharusnya menggunakan material alam batu gunung.

Dijelaskannya, batuan yang berasal dari pasir puru memang rekat permukaannya dapat akan tetapi untuk batuan tersebut mempunyai tingkat abrasi yang tinggi sehingga mudah rapuh.

“Batuan puru untuk rekat permukaan dapat akan tetetapi batuan itu mempunyai tingkat abrasi yang tinggi sehingga mudah rapuh,” jelas Fr.

Untuk diketahui, proyek pembangunan talud pengaman pantai pering terletak di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, dengan nilai kontrak Rp 1.011.905.000, no kontrak 610/155/SPK/DPUR/APBD/2019, tanggal kontrak 02 Mei 2019, waktu pelaksanaan 180 hari kelender dan pelaksana CV Bangka Jaya Engineering, sedangkan Konsultan pengawas tidak diketahui karena tidak tercantum dalam plang proyek.( V I NA).

46 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed