Ketum Civitas Akademika Lintas PTI Sebut Ada “Persekongkolan Busuk” Dalam Pekerjaan Proyek Talud Pengaman Pantai Pering

  • Share

BABEL,DETEKSIONLINE.com-
Marshal Imar Pratama (Ketua Umum Persatuan Civitas Akademika Lintas Perguruan Tinggi Indonesia) mengomentari viralnya kasus proyek Talud pengaman pantai Pering yang menggunakan Batu Tanah Puru, padahal didalam RAB nya pekerjaan itu menggunakan Batu Gunung/ Batu Belah.

Dalam rilis yang diterima redaksi Deteksi Online, Kamis ( 15/8) sore hari, Marshal yang merupakan pemerhati dalam bidang Korupsi di Babel ini menyebutkan, proyek pembangunan Talud pengaman Pantai Pering kecamatan Kelapa Kampit yang dikerjakan oleh CV. Bangka Jaya Engineering terkesan menyepelekan aturan yang telah ditetapkan.

“Sudah jelas aturannya bahwa menggantikan kualitas material tidak bisa berdasarkan Logika dan Selera semata, harus melalui tahapan uji ilmiah yang melibatkan para ahli dibidang nya. Karena dalam sebuah proyek bisa dikatakan siap jalan apabila telah memenuhi semua unsur dari segala aspek, dan jika terdapat kendala maka harus mengikuti mekanisme yang telah dibuat”, ungkap Marshal.

Disebutkannya juga, jika pihak PU PR Provinsi Babel mengatakan material yang digunakan pada proyek pembangunan Talud tersebut sama saja antara Batu Gunung/Batu Belah dengan Batu Puru, maka mereka harus melampirkan keterangan dari para ahli yang menjelaskan bahwa Batu Gunung/ Batu Belah dengan Batu Puru itu sama.

” kalau dikatakan sama, maka mereka harus melampirkan keterangan dari para ahli yang menjelaskan bahwa Batu Gunung / Batu Belah dengan Batu Puru itu sama, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Jika tidak bisa melampirkan keterangan dari para ahli tersebut. Maka saya menduga ada “persengkokolan busuk” diantara mereka yang terkesan membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar”, ungkapnya lagi.

Sementara itu , Edy selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Proyek talud pengaman pantai pering menyangkal kalau Proyek tersebut menggunakan material batu puru, saat dikonfirmasi oleh Romli (forum Keadilan) melalui telepon, padahal dalam foto-foto lapangan sudah sangat jelas bahwa pekerjaan itu menggunakan Batu Puru.

“Dalam pelaksanaan proyek Talud pengaman Pantai Pering  menggunakan material Batu Gunung / Batu Belah bukan Batu Puru karena kwalitas Batu Puru tidak sebagus Batu Gunung/ Batu Belah,” kata Edi sewaktu dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (14/8).

Ditambahkannya, jika mengacu dalam Rencana Anggaran Belanja ( RAB) proyek pengaman Talud Pantai Pering menggunakan meterial Batu Gunung /Batu Belah maka kata dia pelaksanaan pekerjaannya tetap mengacu kepada RAB Batu Gunung/ Batu Belah bukan material Batu Puru.

” kita mengacu kepada Rab nya material Batu Gunung bukan material Batu Puru “kata Edy Sembari mengaku proyek Talud Pantai Pering dikerjakan sesuai dengan spesifikasi.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Talud Pengaman Pantai Pering terletak di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, dengan nilai kontrak Rp 1.011.905.000, no kontrak 610/155/SPK/DPUR/APBD/2019, tanggal kontrak 02 Mei 2019, waktu pelaksanaan 180 hari kelender dan pelaksana CV Bangka Jaya Engineering, sedangkan Konsultan pengawas tidak diketahui karena tidak tercantum dalam plang proyek.( V I NA)

 1,978 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *