Close

SUNGAILIAT,DETEKSIONLINE.com-Waduh, PT Pulomas Sentosa mengajukan permohonan keringanan pajak kepada Pemkab Bangka terkait penjualan pasir hasil pengerukan Alur Muara Pelabuhan Jelitik. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Badan Pengelolaan Pajak Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Bangka Restunemi yang dikonfirmasi wartawan, kemarin Selasa ( 13/8).

“Memang benar pihak PT. Pulomas Sentosa ada mengajukan permohonan Perpanjangan Pengurangan Pajak mineral bukan logam dengan nomor surat : 108/PMS/VI/2019 tanggal 11 juni 2019 terkait masalah ini adalah kewenangan Bupati Bangka,” Ungkap Restunemi.

Lanjut Restunemi berdasarkan surat keputusan Bupati Bangka harga pajak yang dimaksud sudah ditetapkan namun dengan alasan keuangan pihak perusahaan mengajukan permohonan keringanan pajak.

“Berdasarkan surat keputusan Bupati Bangka nomor : 188.45/ 879/ BP2RD/2019 harga tersebut Rp 3500/ton sedangkan pihak PT. Pulomas mengaju permohonan keringanan pajak sebesar Rp. 3000/ton dalam hal ini Bupati butuh audit administrasi dan keuangan pihak pemohon dari Inspektorat sebagai dasar pengambilan keputusan ,” tukasnya

Namun saat ini pihak Kabupaten Bangka belum mengambil keputusan mengenai permohonan perpanjangan keringanan pajak oleh PT. Pulomas Sentosa selaku pihak yang melakukan pengerukkan alur muara Air Kantung, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Untuk mengambil keputusan itu Pemkab Bangka butuh audit administrasi dan keuangan dari pihak pemohon.

“Untuk melakukan audit tersebut,  berdasarkan hasil rapat pada hari Kamis (8/8) kemarin, Pemkab Bangka menunjuk lembaga Inspektorat sebagai pihak yang mengaudit pihak pemohon,” lanjutnya lagi.

Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Bangka Darius mengatakan audit administrasi dan keuangan itu sebagai dasar Pemkab Bangka dalam mengambil keputusan pihak pemohon.

“Pada dasarnya Pemkab Bangka bukan mengaudit seluruh keuangan PT. Pulomas Sentosa, kita tidak sampai ranah kesana, namun karena ada permohonan perpanjangan keringanan pajak dari PT. Pulomas Sentosa dengan berbagi alasan, maka perlu kita audit keuangannya terkait penjualan pasir yang mereka keruk apakah ada keuntungan atau mengalami kerugian, kalau untung gak perlu ada pengurangan pajak.” Ungkap Darius, Selasa (13/8) pagi bertempat diruang kerjanya.

Menurut Darius secara peraturan pajak memang dibolehkan adanya pengurangan pajak asal memenuhi kriteria.

“Nanti kita lihat apakah alasan dari PT. Pulomas Sentosa itu sesuai tidak dengan kriteria berdasarkan aturan perpajakkan, jika tidak memenuhi kriteria tersebut tidak mungkin kita setujui walau pun secara aturan perpajakkan dibolehkan” Jelasnya

Dikatakannya mengenai audit administrasi pihaknya akan melihat legalitas perizinan PT. Pulomas Sentosa apakah masih berlaku atau tidak serta mengetahui laporan pengiriman pasir yang dibawa keluar daerah.

“Nah soal audit administrasi kita akan melihat dokumen izin mereka apakah masih berlaku atau tidak, termasuk laporan pengiriman pasir keluar daerah.” Tuturnya

Mengenai volume pasir yang dikirim, Darius katakan pihak PT. Pulomas Sentosa sudah melaporkan hal itu ke Bupati langsung.

“Berkaitan dengan volume pasir yang dikirim pihak perusahaan sudah malaporkan ke Bupati, dan mereka punya surveyer untuk menghitung itu. Kita gunakan data dari tim surveyer itu untuk menghitung jumlah pajak.” kata Darius

Masih kata Darius pihak Inspektorat tidak hanya mengaudit administrasi dan keuangan saja, namun fakta lapangan alur muara juga akan dilihat karena berdasarkan informasi awal dari OPD terkait, keberadaan perusahaan itu membuka alur muara untuk memudahkan keluar masuk aktivitas nelayan. Namun Darius tidak menyinggung soal apakah didalam pasir yang dikeruk itu ada mineral timahnya..( Ardn/ H3RS)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!