Close

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.com-Berbagai tanggapan dari Lembaga Swadaya Masyarakat bermunculan setelah beredarnya berita dibeberapa media tentang proyek Talud Pantai Pering di Kelapa Kampit Belitung yang menggunakan Batu Tanah Puru.

LSM LAKIP 45 Babel tidak mau ketinggalan komentar, bahkan LSM LAKIP 45 Babel meminta pekerjaan tersebut ditinjau ulang dan juga meminta kepada pihak TP4D Kejati Babel yang mengawal proyek itu untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Itu dikatakan oleh LSM LAKIP 45 Babel melalui Ketua DPD Babel M Amin Sag kepada Deteksi Online, Rabu (14/8) melalui pesan whats app. Menurut Amin, jika dalam spesifikasinya batu belah, pemborong tidak boleh menggunakan batu tanah puru karena batu tanah puru itu sangat riskan untuk wilayah pantai.

“Jika dalam spesifikasi batu belah, maka harus sesuai batu belah semua, jangan membuat alibi batu belah penuh sama artinya dengan batu tanah puru,  apalagi talud pengaman itu yang riskan dengan arus deras”, jelas Amin.

Untuk itu kami DPD LAKIP 45 Babel menganggap kegiatan ini tidak sesuai dengan specsifikasi pekerjaan dan ini menyalahi,  untuk itu kami minta pekerjaan tersebut harus ditinjau ulang, kalau tidak maka pekerjaan ini perlu disidik oleh TP4D Kejati Babel sebagai pengawas kegiatan.

” kami dari LAKIP 45 Babel menganggap kegiatan proyek Talud Pantai Pering Kelapa Kampit Belitung ini tidak sesuai spesifikasi tehnik pekerjaan dan ini kami anggap sudah menyalahi, untuk itu kami minta PPK dari Dinas PU PR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai pelaksana untuk meninjau ulang pekerjaan proyek tersebut, kalau tidak maka pihak Kejaksaan Tinggi Babel dari tim TP4D mesti melakukan penyelidikan karena mereka sebagai pengawas dalam pelaksaan proyek itu”, tegas Amin
..( H 3 RS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!