Close

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.com-Diduga dikerjakan tidak sesuai spek, proyek Talud pengaman pantai di Kelapa Kampit Belitung ini menggunakan Batu Tanah Puru, padahal didalam analisa, Batu Tanah Puru sangat rentan untuk proyek di Pesisir Pantai, karena Batu Tanah Puru sangat rapuh, apalagi untuk menahan gelombang yang deras dan kuat.

Salah satu warga Desa Kelapa Kampit yang berhasil dikonfirmasi Deteksi Online menyebutkan, baru kali saya mendapati proyek talud menggunakan material batu puru, lazimnya kan menggunakan material batu gunung. Kuat dugaan proyek yang masih dalam tahap pelaksanaan ini dikerjakan tidak sesuai dengan spek,” ucap CG yang ditemui langsung dilokasi proyek tersebut, Selasa (13/8).

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Arief mengatakan, jika proyek pembangunan talud pengaman pantai pering kelapa kampit Belitung dikerjakan sudah sesuai dengan spek, sedangkan meterial batu puru yang digunakan pada kegiatan itu tentunya menyesuaikan dengan harga pasar.

Pemilihan meterial batu puru, lanjut Arief, berdasarkan ketersedian meterial dilapangan dan pihaknya tetap menyebut kalau batu puru yang digunakan itu adalah batu gunung dikarenakan pengertian batu gunung itu utuh.

“Kami tetap menyebutnya batu gunung (Batu Puru/Red) karena pengertian kami batu gunung itu utuh, sedangkan harga menyesuaikan harga pasar tentunya dan menurut PPK memang sudah sesuai,” ungkap Arief saat dihubungi japos.co, Selasa (13/8).

Dikatakan Arief, meterial batu untuk talud tergantung kondisi lapangan, misalnya di Pulau Bangka yang umumnya batu belah disebabkan sumber daya yang ada berbeda dengan kondisi di Belitung Timur (Beltim).

“Batu untuk talud tergantung kondisi lapangan, misalnya di Bangka yang umum batunya belah, karena sumber daya yang ada itu dan tempat lain juga bisa pakai. Kebetulan di Beltim batu puru lebih mudah didapat,” kata Arief.

Bersamaan dengan itu, BBJ yang berprofesi sebagai kontraktor saat dimintai tanggapannya terkait proyek talud pengaman pantai pering menggunakan material batu puru menyatakan bahwa pekerjaan primer talud mengacu kepada analisa seharusnya menggunakan material alam batu gunung.

Dijelaskannya, batuan yang berasal dari pasir puru memang rekat permukaannya dapat akan tetapi untuk batuan tersebut mempunyai tingkat abrasi yang tinggi sehingga mudah rapuh.

“Batuan puru untuk rekat permukaan dapat akan tetetapi batuan itu mempunyai tingkat abrasi yang tinggi sehingga mudah rapuh,” jelas BBJ

Untuk diketahui, proyek pembangunan talud pengaman pantai pering terletak di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, dengan nilai kontrak Rp 1.011.905.000, no kontrak 610/155/SPK/DPUR/APBD/2019, tanggal kontrak 02 Mei 2019, waktu pelaksanaan 180 hari kelender dan pelaksana CV Bangka Jaya Engineering, sedangkan Konsultan pengawas tidak diketahui..(H 3 RS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!