Close

Upaya pengurus RW08 menata lingkungan berdampak percantik tembok hotel Grand Paragon

 

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM- Hotel dan Mall Grand Paragon di Jalan Gajahmada RT 12/08 Kelurahan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, yang terkesan tidak peduli alias ‘cuek’ terhadap lingkungan.

Sikap kurang peduli ini dikemukanan sejumlah masyarakat RW 08, kepada wartawan, Senin (29/7). “Kami sangat sesalkan sikap pengelola hotel dan mall Grand Paragon, yang kurang perhatian terhadap lingkungan,” ujar Bebeng, Kamtib RW08.

Ketika RW berusaha menata dan mempercantik lingkungan dengan gambar-gambar dan membangun taman di sekitar lokasi, di antaranya pada tembok Grand Paragon, pengelola terkesan tak mau tahu. Padahal, selain mempercantik lingkungan, hotel itu itu juga terdampak positif menjadi ikut indah.

Bebang, Kamtib RW08

Ketua RW 08, Juhanda kepada Amunisinews.co.id dan Deteksionline.com, Senin (29/7) mengatakan pihaknya tidak menerima bantuan dari pengelola Grand Paragon kendati program tersebut adalah program bersama untuk lingkungan. “Sewajarnya bila pengelola Grand Paragon memberi bantuan untuk penataan dan memperindah lingkungan karena hotel itu ada di wilayah RW 08,” ujar Juhanda.

Untuk proses pembuatan tanam dan ornamen di pada tembok, RW 08 mengeluarkan dana sebesar Rp 15 juta yang diperoleh dari kas RW dan kelurahan. Dana tersebut digunakan untuk membeli tanah merah, material  bangunan seperi bata, pasir, keramik serta cat.  “Kami swadaya,” kata RW yang dibenarkan oleh Kamtib RW Bebeng.

Ketua RW mengatakan untuk program ini memang tidak mengajukan proposal kepada pengelola Grand Paragon, alasannya karena malas dan pernah kecewa.

“Pernah saya buat proposal tahun lalu untuk penataan wilayah yang anggarannya Rp 20 juta. Mereka hanya menyumbang Rp 1 juta jadi kita malas untuk membuat proposal lagi karena tidak sesuai harapan. Makanya untuk penataan wilayah kali ini saya minta dari kelurahan sehingga penataan berjalan walaupun belum tuntas,” kata Juhanda lagi.

Posisi hotel Grand Paragon  berada di Jalan Gajah Mada, tepat berada lingkungan RW 08, beberapa pengguna jalan di sana tadinya mengira tembok hotel dibuat indah oleh pengelola hotel. “Oh.. jadi yang memperindah tembok hotel itu adalah RW? Tadinya saya pikir Grand Paragon kreatif ikut memperindah lingkungan. Tak eloklah jika pengelola tidak ada perhatian,” ujar Mustofa Kamal, seorang warga.

Sementara itu Ivan, yang disebut sebut sebagai owner yang juga pemilik Sidney 2000 serta Hotel Olympic di Tamansari dikonfirmasi lewat hapenya belum tersambung.

Warga berharap ada sinergi yang kuat antara pengelola lingkungan, yakni RT dan RW serta pengelola Grand Paragon agar lingkungan dapat tertata dengan baik, bukan saja soal keindahan tapi demi terciptanya rasa saling menghormati.(tim)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!