Close

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.CO.ID- Kasus proyek pembangunan Penerangan Jalan Umum ( PJU) yang sedang berjalan di Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung terus dikembangkan.

Beberapa pihak terkait seperti pihak ASN dari Dinas ESDM Privinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sudah diperiksa oleh penyidik.

Besok Selasa ( 30/7/2019) giliran penyedia lampu PJU itu yang bakal diperiksa penyidik Tipikor Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Penyedia lampu PJU itu berasal dari pabrik Lampu Tenaga Surya di Pasuruan Jawa Timur.

Sandi Hartono direktur PT Santini Lestari Energi Indonesia beralmat di Pasuruan Jatim, sebagai pabrik lampu tenaga surya yang bakal diperiksa besok, Selasa (30/7) jelas sumber  AS yang tidak mau namanya di tulis.

“ Besok Selasa (30/7) giliran pak Sandi Hartono dari PT Santini Lestari Enerfi Indonesia yang bakal diperiksaa penyidik, sambil memperlihatkan foto surat panggilan dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung”, ungkap AS, Senin (29/7) di Jakarta.

Sementara itu berdasarkan Audit BPK RI Tahun 2018 terkait proyek Pembangunan Penerangan Umum (PJU) di Belitung yang dikerjakan oleh Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengungkapkan bahwa pembangunan Penerangan Jalan Umum ( PJU) dilaksanakan di Wilayah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur.

Dengan lokasi proyek adalah Desa Gantung, Desa Selinsing, Desa Bentaian, Desa Padang, Desa Mekar Jaya, Desa Kurnia Jaya, Desa Sukamandi, Desa Mempaya, Desa, Desa Burung Mandi, Pulau Memperak, Desa Kelubi dan Desa Liring dengan jumlah 100 unit lampu / titik.

Pekerjaan Pembangunan PJU Tenaga Surya ini dilaksanakan oleh PT NPM berdasarkan Surat Perjanjian Nomor 671/1631.a/SP-PJUTS/ESDM/2018 tanggal 27 Agustus 2018 senilai Rp2.983.141.627,40 ( termasuk PPN).

Pelaksanaan pekerjaan adalah selama 100 hari Kalender terhitung mulai tanggal 27 Agustus 2018 sampai dengan 4 Desember 2018.

Berdasarkan informasi dari panitia pengawas Lapangan sampai dengan ahir Nobember 2018, pekerjaan fisik  yang telah diselesaikan yaitu pekerjaan pembuatan pondasi dan tiang lampu jalan oktaginal tinggi 7 meter.

Berdasarkan keterangqn PPTK, Panitia Pengawas Lapangan belum menyampaikan dokumen laporan perkembangqn proyek baik Mingguan maupun Bulanan. Laporan perkembangan proyek diperoleh PTTK berdasarkan keterangan lisan Panitia Pengawas Lapangan. Sampai dengan saat pemeriksaan berahir tanggal 18 Desember 2018, Pemeriksa belum menerima Laporan Mingguan dan Bulanan terkait kegiatan ini.

Selanjutnya lampu PJU dipasang pada tiang lampu jalan pada mulai tanggal 11 Desember 2018. Perkembangan pemasangan lampu PJU saat pemeriksaan berakhir tanggal 18 Desember 2018, pekerjaan belum selesai 100 %.

Atas pekerjaan ini telah dilakukan pembayaran Uang Muka melalui SP2D Nomor 957/3769/LS/BL/2018 tanggal 8 Oktober 2018 senilai Rp596.628.000,00

Atas keterlambatan pekerjaan ini, Pelaksana dikenakan denda keterlambatan minimal 14 hari kalender terhitung dari tanggal 5 Desember 2018, dengan perhitungan 1/1000 x Rp2.711.946.934,13 x 14 hari atau senilai Rp37.967.257,00.

Dugaan sementara kasus PJU ini total lost, dengan kerugian negara sejumlah nilai proyek, karena diduga lampu PJU itu tidak sesuai speck.,(herman s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!