Close
JAKARTA, DETEKSIONLINE.com- Pembangunan proyek Flyover Cipendawa kota Bekasi, Jabar, diduga merugikan negara sebesar Rp2,8  miliar rupiah. Hal itu berdasarkan data-data akurat yang diperoleh redaksi Deteksi Online, Senin ( 29/7/2019).
Dari data-data yang didapat itu, ada beberapa item dalam pekerjaan proyek pembangunan Flyover itu yang dikerjakan diduga tidak sesuai dengan RAB dan ahirnya menyebabkan hasil pekerjaan itu menjadi kekurangan volume dan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak dengan jumlah pantastis, yaitu sebesar Rp2,8 miliar.
Dugaan itu terdapat pada item pekerjaan Drainase, Baja Tulangan,  Perkerasan Berbutir dan Beton Semen.
Padahal dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa sebagaimana diubah Perpres Nomor 54 Tahun 2015, menyatakan bahwa pengguna barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan dalam pengadaan barang/jasa.
Namun kelihatannya Perpres ini tidak berlaku untuk perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan flyover tersebut, itu dikatakan sumber MS asal Bekasi kepada Deteksi Online, Senin (29/7) karena sampai saat ini dugaan kerugian negara yang ditimbulkan oleh pembangunan proyek flyover itu tidak ditindaklanjuti oleh pihak berwenang seperti Kejari Bekasi.
” sampai saat ini kasus flyover itu belum ada tindak lanjutkan oleh Kejari Bekasi, padahal dugaan kerugian negara yang ditimbulkan itu sampai sekarang saya duga belum di setor ke kas negara”, ujar MS.
Ms juga beberkan kasus flyover ini pernah dilaporkan oleh LSM kepada Kejaksaan Negeri Bekasi, dimana waktu itu ada laporan dari Center for Budget Analysis (CBA) dan Kajian dan Analisa Keterbukaan Informasi Publik (KAKI Publik) melaporkan dua dugaan kasus korupsi ke Kejaksaan Negeri kota Bekasi (Kejari) terkait, Senin (16/4/2018), namun sampai sekarang belum ada kemajuan berarti dalam laporan itu.
Saat itu saya dapat info, “Koordinator Investigasi CBA Jajan Nurjaman menjelaskan, ke dua laporan temuan tersebut adalah, pertama, 3 Proyek di bawah tanggung jawab kelompok kerja B Barang/Jasa Bagian Fasilitasi Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bekasi Tahun Anggaran 2018”, jekas MS lagi.
Untuk diketahui, rincian proyek pembangunan Flyover Cipendawa (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran) . Untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000. Untuk konstruksi sebesar Rp91.819.350.000. Pemenang PT. Modern Widya Tehnical Graha Multi Modern beralamat di Jl. Cikini Raya No. 44 – Jakarta Pusat.
“Pembangunan Flyover Rawa Panjang (Bantuan DKI/Kemitraan/Luncuran) untuk Jasa Konsultansi menghabiskan anggaran sebesar Rp721.772.000. Untuk konstruksi sebesar Rp78.051.670.000. Pemenang PT. Intan Cipta Perdana beralamat di Gd graha mustika ratu Lt.5-505 Jl. Jend. Gatot subroto kav.74-75 – Jakarta Selatan”, jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air kota Bekasi selaku PA dalam pembangunan proyek Flyover tersebut sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi oleh Deteksi Online baik langsung maupun melalui telepon. Begitu juga halnya dengan pihak Kejaksaan Negeri Bekasi, sampai saat ini Deteksi Online masih melakukan upaya-upaya untuk konfirmasi lanjutan..(herman saleh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!