by

Belum Dipindahkan, Tiang Listrik PLN Menghambat Pembangunan Jalan Raya Membalong

BELITUNG, DETEKSIONLINE.com- Presiden Joko Widodo gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Baginya, pembangunan Infrastruktur tak hanya untuk meningkatkan pembangunan di Indonesia saja. Tapi pembangunan ini untuk meningkatkan hubungan masyarakat antar Kota, antar Pulau, dan antar Provinsi di negara ini menjadi lebih baik.

Namun apa jadinya memilih Infrastruktur yang membuat nyaman di pakai dan nyaman di padang namun menjadi terbalik.

Salah satunya pembangunan peningkatan jalan Junction Membalong. Bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini diluncurkan babak dilema.

Bagai mana tidak bekerja pelebaran jalan serta pembagunan saluran udara yang di kerjakan tersebut, memasang tiang Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tak tanggung, jauh lebih besar dari tiang PLN yang meminta pelebaran jalan.

Mirisnya lagi, tiang yang bergeser di geser, namun tetap di kerjakan dengan cara membuat saluran yang membelok-belok menghidari tiang. Ada pula yang sengaja memasukan di dalam saluran udara dan juga tetap di tiang terbuka tertancap kokoh di dalam saluran dan di pingir badan jalan.

Saat Deteksionline melakukan koordinasi kepada salah satu penanggung jawab pelaksana kegiatan pembangunan A (Inisial), Sabtu (20/07/19) mengatakan, ada sebanyak 38 tiang harus di geser. Pihak kontraktor sendiri juga tlah melayangkan surat persetujuan sebanyak 3 kali untuk melakukan transisi tiang.

“Kok pasalnya, paketan aku kanan kiri tiang dengan total 38 tiang. Pihak PLN sudah kami layangkan surat 3 kali, katanya anggarannya tidak ada,” tegas A (Inisial).

A (Inisial) juga menjelaskan, apa yang ingin dilakukan pemindahan tiang biaya yang harus di keluarkan sekitar Rp 238.000.000 (Dua ratus tiga puluh persen juta).

“Jadi mereka (pihak PLN) mengajukan permohonan kepada kita, meminta ingin melakukan pemindahan membutuhkan biaya Rp238.000.000 untuk 38 tiang,” kata A.

Saat Deteksionline melaporkan kejadian tersebut kepada manajer bagian jaringan PLN, Ilham Sunda mengatakan, pihak Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bangka Belitung harus melakukan hubungan terkait hal tersebut kepada pihak PLN.

“Kita merundingkan ke pihak PU, dari pihak PU-nya memang meminta di geser. Nanti untuk prosesnya kita lihat di lapangan tentang yang harus di geser,” katanya kepada Deteksionline, Senin (22/07/19).

Sedangkan biaya pemindahan tiang PLN yang menggunakan pelebaran jalan, pihak PLN tidak memiliki biaya untuk hal tersebut. Membutuhkan PLN untuk membayar biaya pihak PU.

“Kalo dari sisi kaminya pemindahan tiang PLN di bebankan ke pihak PU,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Bidang Bina Marga PU Provinsi Babel, Virgo Roby Wisatra saat di temui di ruang kerja, Jumat (26/07/19) tidak dapat menjawab hal yang terkait dengan pelebaran jalan, pembangunan saluran udara yang membutuhkan tiang PLN .

“Nah, itu kami tidak bisa jawab, itu urusan PLN,” katanya.

Sebelumnya pihak kontraktor, PU dan PLN sudah pernah melakukan rapat. Namun tidak mendapatkan hasil. Sementara untuk urusan biaya sesuai dengan pernyataan PLN khusus di serahkan ke PU.

“Tidaklah, urusan tiang itu urusan PLN. Sama juga kami juga tidak punya anggaran itu,” ujar Virgo.

Virgo mengatakan dari awal kegiatan sebelumnya, pihak PU tlah melayangkan surat, maka akan ada kegiatan pelebaran jalan.

“Kami sudah menghubungi surat ke dia (PLN) minta tolong di pindahkan dari awal sebelum proyek. PDAM, XL, Telkomsel kami surati semua,” pungkasnya.

Dari hal tersebut pula, ia menyambung pihak PLN tidak melakukan izin terlebih dahulu, baik lisan atau pun diterbitkan terkait saat memasang tiang listrik ke pihak PU sehingga terjadilah hal tersebut.

“Seharusnya mereka pasang tiang izin, karena ini kan Jalan. Masyarakat yang ingin membangun rumah saja harus IMB kan. Bangun di tanah dia juga harus izin, diberikan di tepi jalan.Tiba-tiba nanamnya di pinggir jalan, jadi pelebaran bagaima ya , “katanya. (Kandar).

 357 total views,  3 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed