by

Pembangunan Jalan Usaha Tani Mentebel Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

BALUNIJUK, SUNGAILIAT, DETEKSIONLINE.COM-Pembangunan Jalan Usaha Tani Mentebel yang di kerjakan oleh Pemerintah Desa Balunijuk, pengelolaan di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, cari Asal-Asalan.
Dalam pantauan deteksionline, Minggu (21/7) dilokasi proyek tersebut, terlihat kondisi jalan tani itu dalam kondisi bergelombang, tanpa di ratakan sebelum dilakukan pengurugan. Selain bergelombang, Kondisi jalan tidak ada selokan hanya untuk aliran udara. Kemudian urugan tanah puru tidak mencapai ketebalan 17 cm (ketebalan layaknya jalan tanah puru. Lebar jalan itu minimal 3 meter).
Sementara Pemerintah Desa Balunijuk melalui dana APBDes tqhun 2019 sudah menganggarkan untuk pembangunan jalan usaha tani mentebel itu untuk Rp100.150.000,00
Kejari Bangka, untuk turun kelokasi
Sementara itu LSM Gebrak Babel melalui Sekretarisnya Heriyanto meminta Kejaksaan Negeri Bangka untuk melihat hasil pekerjaan proyek jalan usaha tani mentebel tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Heriyanto kepada deteksionline saat mengirim komentarnya setelah mendampingi deteksionline turun kelokasi proyek, Minggu (21/7) pagi hari.
Dikatakan Heriyanto, dalam waktu dekat ini kami dari Gebrak Babel akan membuat laporan resmi kepada Kejaksaan Negeri Bangka terkait proyek jalan desa Balunijuk ini, karena menurut kami realisasinya tidak sesuai dengan dana yang dikeluarkan. Taksiran kami jika berada di jalan setelah pengerjaan yang kami lihat, terendah dananya mencapai 50 juta rupiah.
“Jika kita melihat hasil, dugaan kami hanya membutuhkan dana pembangunan 50 juta rupiah, padahal dana pembangunan ini lebih dari 100juta rupiah. Untuk itu, dalam waktu dekat nanti, kami dari Gebrak Babel akan membuat laporan yang terkait dengan proyek usaha tani tersebut”, perlu Heriyanto, Minggu (21/7).

Diketahui, Jaksa Agung RI HM Prasetyo bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo meluncurkan aplikasi Jaga Desa di Kantor Kejaksaan Agung RI.

Aplikasi tersebut digunakan untuk mempermudah dan mengoptimalkan penyaluran dan penggunaan dana desa yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

“Aplikasi ini harapannya akan membantu fungsi kontrol. Dengan begitu akan menciptakan rasa aman dan nyaman (kepala desa / perangkat desa) sehingga tidak lagi menimbulkan masalah. Menghindari perbaikan terus-menerus dengan melibatkan pihak ketiga,” ujar HM Prasetyo dalam pertanyaan yang ditanyakan, Kamis (27/6/2019), seperti dilansir dari detik.com.

Program Jaga Desa membantu tidak melakukan hal-hal lain (penyimpangan). Karena pemulihan lebih baik dari pada penangkapan. “Kami Eko … (herman saleh)

274 total views, 9 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed