Close

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM–Perkembangan terbaru dari status penyelidikan (lid) naik ke penyidikan (dik) terkait proyek penerangan lampu jalan sistem solar cell masih menunggu siapa-siapa yang bakal ditetapkan sebagai calon tersangka. 

Bahkan proyek lampu jalan milik Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)  senilai Rp2,9 miliar dana bersumber dari APBD Babel tahun 2018 ini dikabarkan akan membidik aktor intelektual (utama).

Nah apakah mantan Kadis ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suranto Wibowo bakal terseret dalam pusaran korupsi?

” Seperti yang sudah disampaikan Kajati Babel,  Aditya Warman kalau penyelidikan tindak pidana korupsi (tipikor)  proyek lampu jalan sudah dinaikkan statusnya ke penyidikan (dik). Untuk siapa-siapa yang bakal jadi tersangkanya itu kebijakan pimpinan.  Intinya Kejati mencari siapa orang yang paling tepat atau bertanggungjawab dalam proyek tersebut, ” ujar Roy Arland SH MH, Kasi Penkum Kejati Babel, Jumat (12/7/2019).

Roy menyebutkan kalau proyek lampu jalan tersebut bukan hanya di Tanjung Pandan Kabupaten Belitung saja.

“Tim pidsus sudah turun ke lokasi dengan dibantu kejari-kejari setempat.  Lokasi proyek lampu jalan itu ada di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur dengan jumlah kerugian sekitar Rp2 miliar lebih, ” ungkapnya.

Ditambahkan Roy,  sebelumnya penyidik Pidsus Kejati Babel sudah memeriksa sebanyak 10 orang saksi.

“Ada 10 orang yang sudah diperiksa termasuk mantan kepala dinas Suranto Wibowo,  Kabid Pertambangan, Amir Syarifudin dan sisanya kelompok kerja (pokja).

Sementara itu, mantan Kadis Esdm Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suranto Wibowo kepada wartawan mengatakan, sempat diperiksa terkait hal itu dan baru tau adanya penyidikan.

“Proyek tersebut memang dilaksanakan di zaman saya. Memang betul ada proyek di sana (Belitung). Tetapi untuk penyidikan dari Kejaksaan saya baru tahu, saya sempat diperiksa oleh penyidik terkait kasus itu, saya saat ini sedang dinas luar (DL),” ujar Suranto yang saat  ini duduk di staf ahli Gubernur Babel belum lama ini.

Diberitakan sebelumnya,  Kejaksaan Tinggi Babel melakukan penyelidikan kasus lampu jalan solar cell di Belitung milik Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung senilai Rp 2,9 miliar tahun anggaran 2018 itu sudah sejak awal Mei 2019.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung Aditia Warman SH MH didampingi Aspidsus Eddi Ermawan SH MH dan kasi penyidikan, Himawan SH., menjelaskan bahwa kasus lampu jalan Belitung naik ke tingkat penyidikan, Selasa (9/7/2019).

Dalam rangka penegakan hukum pemberantasan tindak pidana korupsi. Penyidik Pidsus telah meningkatkan satu operasi penyelidikan ke penyidikan, artinya telah ada kemajuan. Yakni terhadap proyek penerangan jalan di Kabupaten Belitung yang semuanya berjumlah 100 tiang,” terang  Aditya Warman.

Sementara itu untuk penetapan tersangka, saat ini belum ditetapkan karena penyidik masih mencari siapa yang paling bertanggung jawab dalam perkara yang kerugian negaranya dianggap oleh penyidik total lost ( TLO).

“Kerugian negaranya adalah total lost. Karena penyidik menemukan fakta di lapangan tidak sesuai dengan spek. maka diartikan bahwa barang tidak ada. Ada barang yang dipasang tetapi tak sesuai RAB,” ungkapnya.

Terkait dengan saksi-saksi, diungkapkannya pejabat di lingkungan dinas terkait sudah ada diperiksa sebanyak 10 orang. ” terang Kajati Babel..( vina ria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!