Close

BELTIM, DETEKSIONLINE.COM.- Tahun 2019, pemerintah memiliki target untuk mewujudkan “Kota Tanpa Permukiman Kumuh” yang merupakan bagian dari
Implementasi Komitmen Komunitas Internasional dan Target Nasional di RPJMN.

RPJMN pemerintah mentargetkan pada tahun 2019 terwujud kondisi 0% kawasan kumuh di perkotaan. Untuk mencapai target tersebut,
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyusun program-program strategis guna meningkatkan kualitas lingkungan dan perdesaan membuat kawasan
yang produktif, aman, layak huni dan berkembang.

Namun sayang, tampak hal ini belum terwujud di Desa Cendil, Kabupaten Belitung Timur, Pasalnya Pembangunan PSD Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) di laksanakan oleh CV. Karya, rusak jebol, dan beberapa titik alami keretakan, rusak pada dinding dranaise rusak pada bagian lantai. Lebih Malangnya lagi, pembangunan belum genap 1 tahun.

Dijawab pengerjaan pembangunan, bersumber dana APBD perubahan Kabupaten Beltim 2018, butuh biaya Rp. 149.800.000 dengan No kontrak 01 / SPK / PSDP / APBDP / DRPKP.III / 2018, mulai pekerjaan 05 November 2018, dengan masa pengerjaan 45 hari kalender.

Padahal jelas di katakanlah Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR infratruktur di bangun untuk meningkatkan kualitas Perkotaan dan Perdesaan jadi kawasan yang produktif, aman, layak huni dan pemeliharaan.

Menurut bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Pemukiman (DPUPR) Kabupaten Beltim, Roby Yanuar mengatakan, kejadian tersebut bukan karna teknis namun faktor alam, Jumat (12/07/19).

“Karena memang masih dalam masa pemeliharaan, pada prinsipnya mereka harus diperbaiki,” katanya.

Sementara derasnya aliran air seperti yang di katakan sebelumnya, sudah diucapkan pelaksana kegiatan. Yang artinya mereka sudah siap membuat perencanaan yang baik agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Roby katakanlah, mulainya perbaikan sedang menunggu pesta pelaksana kegiatan.

“Kita menunggu konfirmasi dari rekanan dulu ya. Karena posisinya pemborong pekerjaan masih ada di Jakarta. Nanti kalo mereka sudah datang kami hubungi balik,” Lanjutkan.

Ditempatkan yang sama Asisten Teknis (Astek) melakukan Farizal mengatakan, menjamin pembangunan ini tidak akan terjadi lagi kerusakan yang lain.

“Mungkin cuma lantai, jika pondasinya tidak mungkin lagi. Lantainya sekalian akan kami perbaiki,” katanya.

Ia mengatakan, tak perlu memasang lantai terlalu tebal karena melihat kondisi udara yang mengalir cukup besar.

“Melihat dari kondisi, air yang mengalir cukup deras, perbaikan sementara di lantai atas, belum tentu juga kami pasang. Jadi kita sesuaikan dengan kondisi kosumsinya karena tingginya 10 cm. Tapi jika melihat kondisi ini, perlu lebih dari 10 cm,” katanya.

Ia mengakui, bangunan tersebut, baru 7 bulan selesai di kerjakan.

“Untuk Pengerjaan baru 7 bulan selesai di kerjakan. Kita usahakan, karena ini akan melakukan perbaikan, kita lihat nanti titik-titik kritisnya. Jadi waktu pelaksanaan perbaikan, kita akan langsung perbaiki masalah yang kritisnya. Karena kerjaan di udara ini sulit kita prediksi,” terangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!