Close

Tempat jualan dan meja pedagang yang dirusak Satpol PP  kabupaten Sidoarjo Senin (8/7)di GOR Delta Sidoarjo

SIDOARJO,DETEKSIONLINE.COM – Arogansi puluhan anggota Satpol PP kabupaten Sidoarjo kembali terjadi. Belum sepekan Satpol PP bentrok dengan mahasiswa tergabung dalam PMII, kini tanpa alasan yang jelas meja pedagang posisi tertata rapi di GOR Delta Sidoarjo dan tempat jualan warga dirusak dengan cara diinjak-injak puluhan satpol pp yang datang menggunakan dua truk dan dua mobil kijang serta puluhan menggunakan motor trail Senin (8/7)

Dari pantauan di lapangan,keterangan beberapa saksi dilokasi kejadian membenarkan puluhan satpol pp melakukan pengerusakan meja yang digunakan jualan milik Indah Jawak.Dan yang disesalkan kalau memang diangkut kenapa hanya sebagian yang diangkut dan masih terlihat tidak diangkut.

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Government Watch Arief Nuryadin S.Pd., S.H., M.M. segala bentuk pidana akan kita laporkan ke Polisi.

Hal ini menunjukan Sumber Daya Manusia (SDM) anggota Satpol PP yang rendah perlu dipertanyakan dan dibina. “Bisa jadi karena SDM rendah mas,” terang Indah Jawak pemilik dagangan kepada wartawan Selasa (9/7)

Indah Jawak menambahkan, kalau ini diambil sebagai warga akan taat aturan,kalau dibawa suruh bayar denda tidak apa-apa saya ikuti. “Dari mereka penertiban yang dilakukan, saya sebagai warga negara taat aturan,tapi kalau sudah dirusak seperti itu mereka pakai aturan dari mana itu pengerusakan sudah jelas, apa sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) ,arogansinya sudah jelas itu,” ketus Indah.

“Yang jelas hal ini tidak bisa dibenarkan,swbab meja saat dihancurkan posisi tidak sedang jualan,meja saat itu tertata  ditumpuk dekat tembok,” tegas Indah Jawak.

Menurutnya, aangat arogansi tindakan Satpol PP itu,mereka tidak sadar ya siapa yang membayar mereka, itu menerima gaji dari warga (rakyat). “Kok arogan sekali sama warga,” tutup Indah

Yani Setyawan, Kabid ketentraman dan ketertiban Masyarakat saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan, penindakan Hisom dan Sulton karena memang ketentuannya di GOR itu tidak boleh meninggalkan barangnya disana. “Boleh berjualan kalau sore hari.Dan bila mana  ada rombong pasti diangkut itu ada banyak rombong di taman pinang diangkut,” ujar Yani.

Kadang pedagang itu,katanya, menyepelehkan, karena disitu dilapangan kadang anak-anak tidak paham. “Kalau perusakan itu kalau menurut saya dipikir sampah.Kalau sampah kan tidak boleh ditingggal di sana.Makanya nanti ada personil lapangan ada penyidik yang melakukan pengawasan disana. Yani mengakui bisa jadi ini SDM mereka yang menjadi faktor utama kejadian tersebut,” terangnya.

Mereka SDM nya tidak dibekali bekal yang cukup, tapi fungsinya seperti polisi.”Namun pola protap pengamanannya terkadang menimbulkan terjadinya ceos,jadi SDM menjadi faktor utama kejadian yang tidak diinginkan,” tutup Yani.

Ketua Divisi dan Advokasi hukum Government Watch  Arief Nuryadin S.Pd., S.H., M.M., mengatakansegala bentuk perbuatan melanggar hukum terlebih pengerusakan adalah pidana tegas Arief.

“Yang jelas kami akan melaporkan kasus pengerusakan ini kepada pihak berwajib (kepolisian)hari ini Selasa (9/7),

“Kondisi dilapangan terkadang memang berbeda, apa yang dilakukan satpol pp seharusnya tidak emosional.Semuanya harus dilakukan sesuai protap meski tidak ada perlawanan protap harus tetap dijalankan, jangan tahu-tahu dirusak seperti itu, karena pengrusakan itu ada pasalnya,” ujar kuasa hukum Indah Jawak yang ikut mendampingi ke kantor Satpol PP .(wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!