Close

BEKASI, DETEKSIONLINE.COM:Oknum pejabat Pemerintah Kota Bekasi berinisial ZH, dilaporkan korbannya, seorang ibu rumah tangga, KY, ke Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (21/6) malam.

Laporan dengan (LP) Nomor LP/1.438/K/VI/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota itu, menyebutkan bahwa sang pejabat setingkat Kepala Bidang di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu telah melakukan pelanggaran kesusilaan melalui media sosial.

Kepada Koran Bekasi, korban mengaku sudah teramat kesal selalu direndahkan harga dirinya dengan kata-kata tak senonoh yang dikirim via Whatsapp. “Saya sampai pindah dari tower A ke tower D, dia terus mengirim pesan via Whatsaap hingga akhirnya nomor dia saya blokir. Tapi, ini jelas-jelas sudah merendahkan dan melecehkan saya sebagai ibu rumah tangga yang sudah berkeluarga dan punya anak,” ujar KY.

Baik KY maupun ZH, sama-sama tinggal di Apartemen Grand Centre Point yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi.
Diakui KY, setelah memberitahukan semua pesan Whatsapp itu kepada suaminya, akhirnya mereka memutuskan untuk melaporkan hal itu ke Polres Metro Bekasi Kota.

“Aneh ya ada pejabat Pemkot Bekasi tak bermoral seperti itu. Dia (ZH) saya laporkan karena sudah melecehkan wanita tanpa memandang usia dan latar belakang dengan cara mengata-ngatainya dengan bahasa-bahasa yang tidak sopan, mengajak berhubungan hingga meminta foto telanjang. Ini bukti semua pesan Whatsapp-nya (sambil memberikan semuanya kepada Koran Bekasi). Saya ini seorang ibu rumah tangga loh, saya memiliki suami, memiliki anak dan saya ini memiliki penghasilan yang tetap. Sehingga saya tidak terima jika dia (ZH) memperlakukan saya seperti ini,” paparnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan ZH secara terus menerus, dimulai sejak awal 2017. Bahkan, ZH juga sering mengirimi korban dengan foto dan video dewasa. “Awalnya saya pikir itu hanya guyonan saja, tetapi semakin lama dia semakin menjadi, sering mengirimi saya foto dan video porno. Saya takut kalau suami saya tahu, sehingga foto dan video itu selalu cepat saya hapus,” jelasnya.

Sebagai warga Kota Bekasi, KY juga mempertanyakan kredibilitas ZH sebagai ASN (aparatur sipil negara) yang sering bersiliweran di sekitar apartemen saat jam sibuk kerja. Mobil Dinas Kijang Innova berwarna silver yang digunakan sering terparkir di sekitar apartemen dengan warna plat nomor yang berubah-ubah.

“Terus terang, saya sudah sangat kecewa, karena dia telah merendahkan martabat dan harga diri saya. Laporan ini juga saya buat untuk mempertanyakan kredibilitas dia sebagai ASN, karena dia lebih sering menghabiskan waktunya di apartemen daripada bekerja di kantor,” tegasnya.

Karenanya, dia meminta kepolisian bisa mengusut laporannya tersebut agar ada efek jera kepada ZH. “Diakan ASN, seharusnya dia menghargai wanita, bukan malah melecehkan kami (perempuan) seperti ini, saya yakin kalau dia juga punya ibu, putri, dan saudara perempuan. Bagaimana kalau ada lelaki yang melakukan perbuatan seperti itu kepada keluarganya,” cetus KY yang juga salah satu anggota pengurus IWAPI Kabupaten Bekasi ini.

Dikonfirmasi secara terpisah, ZH malah mempertanyakan dasar pelaporan polisi tersebut kepada dirinya. “Laporan siapa, kapan waktunya, manusianya siapa, dimana, cara melakukan bagaimana? Terlapornya siapa?,” tanya ZH, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Tak hanya itu ZH juga mengancam akan melapor balik laporan (LP) Nomor LP/1.438/K/VI/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota dengan laporan melakukan pelanggaran kesusilaan melalui media sosial karena menururnya laporan itu palsu.

“Saya Ketua Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) Grand Centre Point dan tempat tinggal (saya) di apartemen ini. Saya akan lapor balik laporan dan pengaduan palsu. Saya sudah sering dibegituin, sudah biasa, Saya berterimakasih sudah diberitahu adanya LP itu,” kilah ZH.

Polres Metro Bekasi Kota sendiri membenarkan adanya pengaduan dugaan pelanggaran kesusilaan melalui media sosial yang dilaporkan oleh korban berinisial KY. Dalam LP Nomor: /LP1.438/K/VI/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota. KY melaporkan pria berinisal ZH karena dirinya merasa dirugikan dengan kata-kata yang tidak pantas dan melanggar kesopanan serta kesusilaan.

Menurut Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Erna Ruswing Andari, pihaknya menerima laporan dari pelapor pada 21 Juni 2019. Pihaknya saat ini masih mendalami laporan korban.

“Iya benar ada laporan. Masih dalam penyelidikan. Dan secepatnya kita akan selesaikan kasus ini. Kami dari kepolisian juga ingin kasus ini segera selesai. Mohon bersabar,” kata Erna. (dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!