Masyarakat Kecewa Regulasi Online Rujukan Berjenjang

  • Share

Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo tiap hari ratusan warga Sidoarjo lakukan pengurusan dan didapati keluhan.

SIDOARJO,DETEKSIONLINE.COM – Terkait regulasi rujukan online berjenjang fasilitas kesehatan yang diberlakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)Kesehatan banyak mendapat keluhan dan kekecewaan warga.

Pasalnya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menerapkan regulasi ini banyak mendapat keluhan dan kekecewaan .Hal ini terkait rujukan berjenjang yang menyebkan pasien rawat inap maupun rawat jalan yang memerlukan perawatan berkala maupun kontinyu harus berpindah dari rumah sakit dan dokter baru untuk penanganan.

Bu Mariyam (72) bersama putranya Lutfi  yang hendak minta rujukan untuk berobat (kontrol) pasca operasi batu ureter di klinik spesialis Urologi RSUD Sidoarjo terkejut,ketika saat di Puskesmas Tanggulangin yang muncul bukan RSUD Sidoarjo.Namun pada layar monitor muncul rujukan pada Rs Sumber Glagah,Pacet,kab.Mojokerto dan beda hari muncul Rs Bhayangkara,Pusdik Porong.

“Sontak saya terkejut dan kecewa karena harus periksa dan ditangani dokter baru lagi dengan pastinya diagnosa awal mulai dari nol lagi,”tegas Lutfi Kamis (20/6).

‘’Ya jelas nantinya pasti akan dilakukan pemeriksaan mulai dari awal (nol)lagi karena rumah sakit dan dokternya juga baru,itu memerlukan waktu yang cukup lama juga untuk diagnosa dokter.Kebijakan yang diterapkan melalui peraturan menteri kesehatan sejak 2011 lalu tersebut banyak keluhan dan pro kontranya,’’pungkas Lutfi

Lutfi menambahkan,berbeda dengan penanganan IGD RSUD Sidoarjo kemarin Senin (17/6) saat dirinya sempat masuk guna perawatan karena penyakit pencernaan (lambung)kronis pihak IGD khususnya staf maupun perawat beserta dokter yang menangani sigap,hal ini terbukti begitu mengetahui tidak ada bad (tempat tidur)salah satu staf  Ibu Rizky dengan cepat mencarikan tempat tidur pasien untuk penanganan pasien lebih lanjut.

Sementara drg Erni Wahyuni mengatakan,terkait regulasi ketentuan rujukan kita hanya berdasar tampilan di aplikasi mas.Dan itu semua kebijakan Kementerian kesehatan untuk melaksanakan rujukan secara berjenjang. “Sebab saat ini sudah online, jadi pasien tidak bisa meminta atau menentukan sendiri rumah sakitnya,”ujar dokter gigi kepala Puskesmas Tanggulangin tersebut Kamis(20/6) kepada wartawan.

“Memang banyak pasien mengeluh dan sempat kaget,karena sebelumnya ditangani dokter rsud Sidoarjo dan begitu mengurus rujukan lagi yang sejak masa berlaku rujukannya 3 bulan muncul dilayar monitor berdasar online RS yang keluar bukan RSUD Sidoarjo.Hal ini jelas dokternya berbeda dan karena rumah sakitnya juga berubah.Mereka mengatakan waduh,ini bisa dari awal lagi pemeriksaan dan dokter berbeda,”terang drg Erni.

Erni juga mengatakan mohon maaf mas,ini semua sudah kebijakan pemerintah khususnya melalui kementerian Kesehatan, jadi hal itu juga terjadi pada mas Lutfi begitu rujukan dilihat pada aplikasi berbasis online muncul RS Bhayangkara,Pusdik kec Porong dan RS Sumber Glagah, kec.Pacet Kabupaten Mojokerto bukannya RSUD Sidoarjo.

“Kita hanya menjalankan dan alhamdulillah masyarakat sudah mulai bisa menerima kebijakan tersebut walau kerap banyak terjadi hal serupa,” tutup Erni.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Sri Mugirahayu melalui dr Erwin Widiarmanto Kepala Bidang Penjaminan Manfaat dan Rujukan BPJS Sidoarjo, terkait  rujukan yang di galakan sekarang itu nama sistim rujukan  berjenjang. Sistim rujukan berjenjang  itu apabilap eserta dapat di layani di RS mengakses kelasnya lebih rendah dulu. Nah nanti apabila kelas yang lebih rendah tersebut tidak bisa menangani nanti akan di rujuk ke RS yang lebih tinggi. Yang ke dua berdasarkan rujukan kiriman itu kita mulai dari kasus sekitar Juli, Agustus,September tahun 2018 bulan lalu itu kita transisi.

“Kebetulan September itu kita aktifkan dan sampai  saat ini rujukan-rujukan tersebut  kita jalankan tapi dengan beberapa  catatan,” papar Erwin.

‘’Jika ada masukan-masukan, pertindakan-pertindakan, kemudian nanti kita diskusikan dengan teman-teman dinas kesehatan,dan  organisasi profesi khususnya di Sidoarjo, jadi mereka masukannya apa saja di rangkum dari masing-masing fraksi itu,jadi kita keluarkan suatu kebijakan,’’ujar Erwin

Jadi kalau ada RS sakit yang menolak pasien, misalkan pasien itu sudah membawa persyaratan rujukan RS tersebut, ini harus diklarifikasi konfirmasi kenapa ini kok dirujuk padahal dia sudah melaksanakan persyaratan yang berlaku.

“Jadi kita ada komunikasi Wa, kemudiankita juga rutin mengadakan evaluasi terkait rujukan-rujukan ini setiap 3 bulanan dengan dinas kesehatan,dengan organisasi profesi meliputi asosiasi faskes juga,” papar Erwin.

Harapannya mungkin regulasi ini lebih di sempurnakan,jadi ada beberapa hal yang penuh penyempurnaan misalkan ada kasus ataupermasalahan kalau pasien ini sudah memiliki  riwayat atau mungkin sudah di operasi di RS sebelumnya ini agar diperiksa lagi satu kali kemudian selanjutnya  kalau bisa dirujuk ke RS yang lebih diatasnya.

“Jadi memang tujuan berjenjang ini agar menjadi distribusi kesehatan dan sebenarnya filosofi tujuan awal itu adalah mendekatkan  pelayanan kesehatan  dengan faskes pertama,”tuturnya.(wan)

 3,478 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *