Sidang Dugaan Penganiyaan Hadirkan Dua saksi

  • Share

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM: ..Sidang kasus dugaan penganiayaan dengan terdakwa Yenny Susanti kembali digelar di PN Jakarta Barat, Kamis (20/6) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Di ruang sidang terungkap bagaimana suami terdakwa, Hermanto mengamuk di kediaman Erlina Sukiman sambil berteriak-teriak menantang duel suami korban.

Persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Erwin Djong dan dua hakim anggota masing-masing Stery Rantung dan Muhammad Nur menarik perhatian pengunjung lantaran kedua belah pihak merupakan dua bertetangga di dalam satu komplek perumahan.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rinaldy menghadirkan dua saksi fakta masing-masing El Manik dan Holil. Keduanya merupakan petugas keamanan (sekuriti) di Perumahan Casa Jardin, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Kenal dengan terdakwa (Yenny) ini,” tanya Ketua Majelis Hakim Djong kepada saksi El Manik.

“Ya, saya kenal,” jawab saksi El Manik.

Namun ketika ditanya kapan persisnya peristiwa itu terjadi, El Manik mengaku tidak ingat. “Kira-kira April 2018,” ujarnya.

Kepada Majelis Hakim, saksi hanya menjelaskan apa yang  diingatnya saja saat peristiwa 13 April 2018 di pekarangan rumah Erlina Sukiman.

Kepada saksi, Majelis Hakim menanyakan apakah selama proses berita acara pemeriksaan (BAP) mendapat tekanan dari pihak kepolisian, dijawab saksi tidak ada.

Saksi lalu menjelaskan peristiwa yang terjadi pada April 2018 di depan rumah Erlina. “Ibu Erlina di blok F7 No. 2 sedangkan ibu Yenny No. 3,” ucap saksi.

Menurut El Manik, pada tanggal 13 April 2018 terjadi dua kali kejadian keributan. “Paginya antara ibu Yenny dengan ibu Erlina,” ujar saksi El Manik, yang mengaku kejadian itu diketahuinya dari informasi kantor pengelola.

Atas kejadian itu, saksi mendapat tugas untuk stand bye tak jauh dari sekitar lokasi kejadian. Dari kejadian pagi itu, sekitar pukul 13.00 Wib di hari yang sama, suami Yenny, Hermanto lantas masuk ke area pekarangan Erlina sambil berteriak-teriak seperti ingin menyerang, dengan nada keras menantang Chandra, suami Erlina. “Kalau laki-laki berani keluar,” hardik Hermanto.

“Dia (Hermanto) seperti mau mukul, gitu,” ujar saksi.

Namun, karena saksi terus menghalangi, upaya Hermanto untuk melakukan tindakan fisik pada Chandra bisa digagalkan saksi. “Tidak sampai terjadi pemukulan karena kira berada di tengah-tengah (menghadang),” ujar El Manik.

Upaya itu berhasil dilakukan berkat adanya bantuan dua petugas sekurity lainnya, Holil dan Tatang yang juga memang sudah stand bye dilokasi. “Jadi ketika dia (Hermanto) masuk kita langsung ikut,” sambung saksi.

Karena tak berhasil menjangkau Chandra secara fisik, Hermanto meluapkan ancaman dengan melontarkan kata-kata, “model lo gw pake satu tangan.”

Adapun saksi Holil saat ditanya Majelis Hakim membenarkan seluruh peristiwa sebagaimana yang disampaikan El Manik. “Sama aja Pak, saya (apa yang saya lihat) seperti itu juga,” jelas Holil.

Masih soal rangkaian peristiwa itu, Majelis.Hakim Stery Rantung mengejar saksi El Manik apakah dirinya mengetahui apa yang menjadi penyebab terjadinya keributan tersebut. “Kalau informasi yang saya denger sih katanya Piano..apa gitu,” ujarnya.

Saksi menceritakan soal ribut masalah Piano itu, sebenarnya sudah dimediasikan di kantor pengelola. Saksi juga mengaku tidak pernah mendengar suara berisik dari asal suara Piano sebagaimana yang dipermasalahkan Yenny Susanti kepada tetangga itu.

Kedua saksi dalam keteranganya bahkan tidak pernah mendengar ada suara berisik dari Piano yang berasal dari rumah Erlina Sukiman. “Saya tidak pernah dengar,” ujar saksi El Manik.

Saksi Holik menambahkan, sekitar jam 10 pagi itu dirinya mendengar ada cekcok mulut antara Erlina Sukiman dan Yenny Susanti. “Namun peristiwa itu sudah dilerai. Waktu itu dapat info dari Pak Robby sekurit, sedang ribut tetangga sebelah,” katanya.

Holik juga mengaku tidak mengetahui bagaimana kondisi fisik Yenny dan Erlina lantaran keduanya sudah ke dalam rumah. “Saya gak lihat lagi, karena begitu tiba di lokasi keduanya sudah di dalam rumah masing-masing, sudah selesai,” ujarnya.

Kehadiran kedua saksi fakta itu membuka bagaimana kronologis rangkaian cerita keributan kedua bertetangga itu hingga akhirnya bermuara saling lapor.

Seperti diketahui, Yenny Susanti dan Erlina Sukiman adalah dua bertetangga dalam satu kawasan di Perumahan Casa Jardin, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kasus penganiayaan yang menyeret Yenny Susanti sebagai terdakwa itu terjadi pada Jumat, 13 April 2018. Yenny yang tinggal bersebelahan dengan Erlina, datang menggedor-gedor pintu kediaman Erlina.

Yenny bermaksud menegur Carolyn (anak Erlina) yang sedang mengajar les piano, agar Carolyn menghentikan main pianonya dengan alasan anaknya sedang sakit.

Usai menegur Carolyn, Yenny kembali pulang ke rumahnya. Sejak Carolyn membuka kegiatan les piano, Yenny disebut kerap marah-marah dengan alasan kegiatan les piano harus mempunyai izin dan di perumahan Casa Jardin tidak boleh buka usaha tersebut.

Namun, keberatan Yenny tak digubris. Erlina beralasan kegiatan les piano anaknya tidak mengganggu lingkungan. “Tetangga yang lain juga gak ada yang komplain, lagi pula ruangan tempat les piano sudah dipasang peredam suara jtidak sampai keluar rumah suaranya,” ucap Erlina.

Karena jengkel, puncak emosi Yenny kemudian dilampiaskan dengan menampar pipi sebelah kiri wajah Erlina. Peristiwa yang dilakukan Yenny itu terjadi di pekarangan Erlina dan disaksikan Nurhayati, ibunya, sebagaimana yang terekam dalam Circuit Closed Television (CCTV) yang telah dijadikan barang bukti. (tim)

 

 1,635 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *