Close

BANGKA TENGAH, DETEKSIONLINE.COM- 3 Bos Penambang rusak Kawasan Hutan Lindung (HL) dan kawasan Reklamasi eks Tambang PT.Koba Timah di Merapin Desa Lubuk Besar Kecamatan Lubuk Besar Kecamatan Lubuk Besar Bangka Tengah (Bateng).

Berdasar info yang didapat dari RD warga Desa Lubuk Besar ke  deteksionline.com , saat ini ada dugaan kuat mendukung 3 Bos Penambang Timah berinisial AH warga Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar), AO warga Sungailiat Kabupaten Bangka dan YI penambang besar berasal dari Desa Lubuk Besar Bangka Tengah.

“Membutuhkan 3 Bos besar yang ikut andil dalam melakukan pengrusakan kawasan hutan lindung Merapin Lubuk Besar Bangka Tengah”, terang RD, Saptu (15/6) saat di jumpai mengunjungi lokasi.

Selain RD, terima AS salah satu pekerja, terima tidak tahu menahu memgenai pemilik tambang karena AS hanya sebagai pekerja.

“Saya hanya bekerja baru dua hari, tidak tahu siapa bosnya,” katanya Sabtu (15/6/2019).

Sementara Pekerja lain yang bernama kami rahasiakan mengatakan pemilik tambang yang ada di lokasi ini bernama AH warga Muntok, AO warga Sungailiat dan YI warga Lubuk Besar.

“Yang paling besar menggunakan mesin Puso itu punya YI. Sementara AO dan AH menggunakan mesin besar, ”akunya.

Terpisah, Kepala Dusun (Kadus) Lubuk Laut, Bayu mengakui pihaknya tidak pernah mengizinkan kegiatan tersebut. Namun, ia mengerti arti penambang di Merapin yang berarti orang luar Bateng.

“Setahu saya bos dari Belinyu Sungailiat, Muntok dan ada dari Lubuk Besar juga”, akunya.

Bayu senang dengan ulah mereka semena-mena, tidak ada etika memuaskan aparat desa lokal.

“Saya tidak pernah berkomunikasi dengan mereka, saya saja sudah geram. Itu semua wilayah HL dan reklamasi eks Tambang PT.Koba Tin, ”ungkapnya.

Kapolres Bateng AKBP Edison LB Sitanggang sebelumnya pernah berhasil menertibkan area eks tambang PT.Koba timah di Marbuk, Kenari dan Pungguk di Kecamatan Koba serta Kuruk-kuruk di Desa Lubuk Besar, namun saat ini telah meminta izin di Merapin Lubuk Besar ini, Kapolres Bateng belum memberikan penjelasan. Wartawan tidak bisa menghubunginya, Kapolres terkesan tidak mau menjawab pertanyaan dan langsung membantah WhatssApp dari membantah sampai berita ini ditayangkan .. (RZ / HS)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!