Close

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM: Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada hari Rabu, 12 Juni 2019, kembali menyidangkan empat terdakwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Para terdakwa tersebut Anggiat Simare-Mare, Meina Woro Kustinah, Donny Sofyan Arifin dan Teuku M. Nazar.

Pada sidang tersebut, saksi yang dihadirkan antara lain Yohanes Herman selaku bagian keuangan PT. WKE dan merangkap admintrasi pada PT. TSP, saksi Michael Adri Wibiwo sebagai administrasi pada PT. WKE, saksi Asri Budiarti selaku bendahara Satker SPAM Strategis Kementerian PUPR, saksi Wiwik Dwi Mulyani selaku Pejabat Pejabat Penguji Perintah Membayar (PPSPM) pada Satker SPAM Strategis Kementerian PUPR, saksi Dwi Wardana sebagai Staf Satker SPAM Tanggap Darurat Kementerian PUPR, saksi Dita Apriyanti sebagai Pejabat Penguji Surat Perintah Membayar (PPSPM) Satker SPAM Darurat Kementerian PUPR.

Kuasa Hukum TM Nazar yakni Tony Budi Yanto, SH,MH Budi Suranto Bangun, SH,MH dan A. Komarudin, SH meminta ketegasan kepada  saksi Yohanes Herman dan saksi  Michael Adri Wibiwo, apakah saksi mengetahui uang tersebut betul sudah diterima oleh terdakwa, saksi serempak mengatakan hanya bertugas mencatat saja permintaan uang keluar melalui sms yang dikirim oleh Dirut PT WKE Budi Suharto kepada saksi.

Saksi tidak tahu apakah uang tersebut diterima oleh terdakwa, saksi Dwi menyatakan bahwa pemberian uang  fee secara 3 tahap sejumlah Rp. 1,711 terkait dengan Pronyek Pengadaan Pipa Bekasi, bukan sebagai penerimaan fee dari Pronyek Donggala-Palu.

Terdakwa Anggiat didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Terdakwa Meina , terdakwa Donny dan terdakwa Nazar didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Rosmina,SH,MH menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum KPK tentang ke 6 orang saksi di atas untuk terdakwa yang mana.

Saksi Yohanes Herman dan saksi  Michael Adri Wibiwo untuk terdakwa Anggiat, Meina, Doni dan Nazar, saksi Asri Budiarti  dan  saksi Wiwik Dwi Mulyani untuk Terdakwa Anggiat, Meina dan Doni, saksi Dwi Wardana dan saksi Dita Apriyanti untuk Terdakwa Nazar.

Kuasa Hukum TM Nazar yakni Tony Budi Yanto, SH,MH Budi Suranto Bangun, SH,MH dan A. Komarudin, SH diberikan kesempatan bertanya kepada saksi-saksi, meminta ketegasan kepada  saksi Yohanes Herman dan saksi  Michael Adri Wibiwo, apakah saksi mengetahui uang tersebut betul sudah diterima oleh terdakwa, saksi serempak mengatakan hanya bertugas mencatat saja permintaan uang keluar melalui sms yang dikirim oleh Dirut PT WKE Budi Suharto kepada saksi, saksi tidak tahu apakah uang tersebut diterima oleh terdakwa, saksi Dwi menyatakan bahwa pemberian uang  fee secara 3 tahap sejumlah Rp. 1,711 terkait dengan Pronyek Pengadaan Pipa Bekasi, bukan sebagai penerimaan fee dari Pronyek Donggala-Palu.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!