Close

 

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM-Diduga tidak sesuai S.O.P, Wahana bermain Waterboom Pasir Padi Bay yang berlokasi di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memakan korban seorang bocah yang berumur 8 Tahun, diketahui tenggelam di kolam dengan kedalaman 1,5 meter,  kedalaman itu khusus untuk orang dewasa, Sabtu (8/6) sekira Pukul 16.00 Wib.

Korban diketahui Alif bin Sahroni (8), laki-laki asal Toboali dengan orang tua Sahroni (50) dan ibu korban Idawati (43) asal Toboali Bangka Selatan.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan pegawai di Waterboom Pasir Padi Bay, Agam Manager Operasional Pasir Padi Bay, Iwan (42) ,ketua Tim penjaga Keamanan Kolam dan Dimas penjaga keamanan kolam serta Ferry penjaga keamanan kolam memang ada kejadian anak kecil yang tenggelam dikolam dewasa, sekira pkl. 16.00 wib, di Kolam Pasir Padi Bay.

Agam Manager Tempat Rekreasi Waterboom Pasir Padibay membenarkan kejadian tenggelamnya seorang bocah saat mandi di kedalaman 1,5 meter.

Menurut pengakuan Agam, bocah itu masuk tidak ditemani orang tuanya, korban bocah itu masuk bersama Kakaknya setelah mandi di Pantai Pasir Padi.

” korban masuk bersama Kakaknya, tidak ditemani Orang Tuanya, Orang Tuanya mandi di Pantai Pasir Padi di depan, bocah itu langsung terjun ke kolam yang dalamnya 1,5 meter, korban itu langsung tenggelam, tidak timbul lagi, tidak ada isyarat tangan dari korban untuk meminta pertolongan”, ungkap Agam saat ditemui deteksionline.com dan amunisinews.co.id di lokasi wahana bermain Waterboom Pasir Padibay di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang, Babel, Minggu ( 9/6) Siang hari.

Agam mengakui kalau saat kejadian tidak melaporkan hal itu kepada pihak Kepolisian dengan alasan tidak ada waktu karena saat kejadian korban langsung dibawa ke Puskesmas dan korban dinyatakan Dokter sudah meninggal dan mayat korban langsung diberangkatkan ke rumah duka di Toboali Bangka Selatan hari itu juga.

” tidak ada waktu melaporkan, kami langsung bawa korban ke Puskesmas dan sesampai di Puskesmas dinyatakan sudah meninggal dalam perjalanan dan langsung kami bawa ke rumah duka di Toboali  Bangka Selatan atas permintaan orang tua korban”, ujar Agam lagi.

Namun Agam terlihat agak gugup juga saat ditanya apakah penjaga kolam tidak menegor atau memberitahu atau mengingatkan kepada Kakak korban sebelum bocah itu terjun ke kolam khusus Dewasa.

” kami sudah menempatkan Dua orang penjaga di sekitar kolam renang, kami sudah memasang tulisan mengenai kedalaman kolam renang dan penjaga kami sudah di Training terus, namun kejadian ini diluar perkiraan kami, kolam renang ini setahun beroperasi dan ini kejadian yang pertama sekali”, kata Agam agak terlihat gugup.

Sementara itu sangat disayangkan bahwa Sahroni orang tua korban sampai dengan sekarang belum ada melaporkan kejadian ini kepada Polres Pangkalpinang maupun Polsek Bukit Intan..( herman saleh).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!