Close

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM: Pada Jumat (31/5) sejumlah pensiunan jenderal bersuara soal penangkapan Mayjen (pur) TNI Soenarko, mantan Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda yang dituduh melakukan makar.

Dalam jumpa pers diselenggarakan oleh Advokat Senopati-08, dengan penanggung jawab Zaenal Abidin, S.H., M.H. (Ketua Umum Advokat Senopati-08), dan dihadiri oleh sekitar 100 undangan.

Salah satu nara sumber Soeryo Prabowo mengingatkan Jangan hina  para purnawirawan dengan makar. “Jami punya apa? Saat ini persis menjelang 1965. Para ulama ditangkapi, dibunuh, dan muncul dewan jendral yang ujungnya para jendral Angkatan Darat dibunuh dan di buang di lubang buaya!” begitu ujar mentan Kasum TNI, Letjen (purn) Soeryo Prabowo.

Media, masih kata Soeryo Prabowo, khususnya Liputan 6, kalian keji! Supaya anda tahu, Soenarko punya anak tiga, belum sekali pun ia tunggui kelahirannya. “Ia terus bergelut membela negara. Saya kira dengan Menkopolhukam pun lebih banyak jam terbangnya Soenarko berjuang membela negara dimedan tempur!” katanya lagi.

Sementara,  KPAA Ferry Firman Nurwahyu, S.H (Wakil Ketua Advokat Senopati-08) mengatakan pemberitaan ini sesuatu fitnah yang sangat keji demi membunuh karakter  Sunarko, tanpa didukung oleh bukti bukti apapun.

“Kami prihatin dengan penangkapan purnawirawan TNI dan Polri karena mereka tidak mungkin melanggar sumpah TNI dan Polri. Kalau mereka berbeda pendapat seharusnya dijawab juga dengan pendapat,” ujarnya.

Tuduhan yang diarahkan kepada Mayjen TNI (Purn) Sunarko yang diberitakan secara luas di media massa adalah pernyataan yang tidak benar dan menyesatkan serta telah menimbulkan keresahan di masyarakat. “Kami menghimbau kepada pers untuk menghormati prinsip praduga tidak bersalah,” ujarnya.

Mayjen TNI (Purn) Sunarko dengan ini membantah isu bahwa tidak pernah memasukkan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine ke Indonesia. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah membuat senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menerima senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menyimpan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menyembunyikan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah mengangkut senjata
M16 A1 maupun M4 Carbine.

Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah melakukan, tidak pernah menyuruh melakukan, tidak turut serta melakukan perbuatan atau terlibat kericuhan dalam aksi massa pada 22-23 Mei 2019, sebagaimana dimaksud dalam surat dari Bareskrim Polri Direktorat Tipidum Nomor : B/98-5a. Subdit I/V/2019/Dit Tipidum, Perihal Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan tanggal 18 Mei 2019.

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo menambahkan  dan meminta minta para media jangan mudah menuduh dengan mengutip statemen orang. “Sepertinya media benci sekali dengan purnawirawan. Ini mirip dengan tahun 65. Sebelum menangkap para jenderal, dihembuskan isu Dewan Jenderal. Saya sakit hati dengan pemberitaan soal penangkapan Pak Sunarko,” ujarnya..

Menurutnya, tidak ada jenderal yang pengalaman tempurnya menyamai Pak Sunarko. Sekalipun Menkopolhukam, mungkin kakinya belum pernah berlumpur. “Tidak benar Pak Sunarko ditangkap di bandara, itu tidak benar. Tidak benar Pak Sunarko menggunakan senjata rakitan. Boleh Pak Narko dibilang bersalah tetapi jangan dibilang makar,” tegasnya.

“Jangan mudah menggunakan kata makar. Jangan sekali sekali menuduh kami tidak cinta merah putih. Pemberitaan mengenai Pak Sunarko jelas bukan hanya menyakiti hati keluarga Pak Sunarko dan menyakiti korps baret merah,” ucapnya.

Sementara Mayor Jenderal TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim mengatakan antara lain dirinys adir disini karena  khawatir dengan keamanan Indonesia ke depan.

Ada ribuan pensiunan Kopassus datang menyampaikan kerisauan mereka. Situasi ini tidak bagus. Kami menghargai jalur hukum yang ada. Pak Sunarko punya jasa sangat besar, mendapat pujian dari dunia Internasional.

“Jangan sampai kita mengalami perang saudara karena persoalan ini. Sekarang Pak Sunarko yang merupakan seorang patriot dituduh makar. Saya masih percaya dengan aparat penegak hukum kita agar klir masalahnya. Jangan sampai kita mengalami situasi yang dapat membubarkan NKRI,” imbuhnya.

Nara sumber lain,  Kolonel Inf. (Purn) Drs. Sri Radjasa Chandra, MBA mengatakan antara lain  Sunarko dituduh melakukan penyelundupan senjata jenis M4 yang merupakan senjata sniper dan akan digunakan pada aksi 22 Mei 2019.

*Pak Sunarko tidak pernah sekalipun menghukum anak buahnya dengan kekerasan. Pak Narko tidak pernah memiliki senjata tersebut seperti yang dituduhkan Pak Wiranto, Pak Moeldoko dan Pak Tito,” ujarbya.

“Pak Sunarko tidak pernah menyelundupkan senjata. Senjata yang dikirim ke Jakarta bukan untuk 22 Mei 2019,” katanya.

Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat (Mentan Sesmenkopolhukam) mengatakan dia tahu persis Pak Narko. “Agak aneh kalau diberitakan Pak Narko mau makar dan menyelundupkan senjata. TNI itu disumpah siap mati untuk bangsa dan negara. Masa seorang Pak Narko dituduh menyelundupkan senjata untuk makar. Senjatanya hanya satu bagaimana mau makar? Senjatanya juga sudah kadaluarsa, dan dimodifikasi. Kami ini siap mati untuk bangsa dan negara,” ujarnys..

“Kami sangat marah mendengar Pak Narko dituduh makar. Ini hanya kepentingan politik. Kami tidak pernah melihat selama bertugas, pak Narko berbuat yang aneh aneh. Kopassus itu lingkupnya sangat kecil, sehingga hubungan antara atasan dan bawahan sangat erat. Ini menyangkut harga diri Kopassus. Ini dagelan politik. Kalau Pak Narko seperti itu, leher saya taruhannya,”ujarnya..(Darsani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!