Close

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM- Aktivitas pertambangan di wilayah konservasi dan hutan lindung di beberapa wilayah di Bangka membuat masyarakat kian resah. Walhi bersama perwakilan warga datangi Sekretariat DPRD, Senin (20/5), guna mengetahui tindak lanjut dari aksi penolakan mereka terhadap aktivitas penambangan didalam kawasan hutan.

Dihadapan DPRD Babel, Walhi dan perwakilan warga Desa Lubuk Besar meminta kepada pihak berwenang untuk dapat menertibkan tambang-tambang ilegal didalam kawasan hutan, jangan sampai nanti masyarakat yang menertibkannya karena aktivitas penambangan didalam kawasan hutan itu sudah membuat gerah.

“Kami berharap pihak yang berwenang dapat segera menyelesaikan konflik ini, jangan sampai masyarakat gerah lalu melakukan aksi anarkis,” yjar Samsuri.

Ketua DPRD, Didit Sri Gusjaya menegaskan bahwa tidak melarang aktivitas kehutanan di Hutan Lindung, tapi jika aktivitas pertambangan maka harus ditindak.

“Jika dibiarkan, maka akan menjadi masalah kita bersama. Dulu pernah stop, tapi berkembang kembali, maka kami mengundang pihak Kepolisian dan Pol PP serta dinas Kehutanan, apakah memang diizinkan atau tidak, jika tidak maka kepolisian dan pol pp harus bertindak,” tegas Didit..

Sementara Ketua Komisi I dan juga Ketua Pansus RZWP3K menjelaskan bahwa inti dari kedatangan para warga di sini sudah jelas, mereka menunggu penegakan hukum atas apa yang terjadi di wilayah tempat mereka mencari nafkah.

” Tinggal kita mau menegakkan hukum apa tidak, itu yang ditunggu masyarakat, kita di pansus sudah menginstruksikan menutup aktivitas pertambangan laut di Perimping dan Romodong. Sudah rekomendasi melalui surat resmi namun tidak ada action. Kita harap secepatnya action dari pihak berwenang,” tegasnya.

Menanggapi permintaan Walhi dan Warga Desa Lubuk Besar, Kepala Dinas Kehutanan,Marwan S ag mengatakan pihaknya sudah menurunkan Polhut yang dibackup langsung oleh Polisi Militer, namun mendapat penghadangan dari para penambang.

” Mereka meminta jangan hanya di Kurukuru saja dihentikan, tapi di 3 tempat lainnya. Mereka melakukan operasional penambangan ini karena ada yang membackup,’ ujar Marwan

Marwan tambahkan, sudah ada pertemuan dengan beberapa pihak terkait. Hasilnya, Dir OP menyatakan hasilnya setelah tanggal 22 Mei, nanti akan dibentuk tim bersama yang akan turun ke lapangan mengevaluasi aktivitas penambangan di hutan lindung.

” Kami bersyukur didukung oleh masyarakat desa menyelamatkan Hutan Lindung, karena jika masyarakat sudah turun, aparat mau tidak mau harus bertindak,” ujar Marwan lagi..( Vinna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!