Close

SUNGAILIAT, BABEL,DETEKSIONLINE.COM-Sekretaris Gebrak Babel Heryanto meminta kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus menindak dengan tegas penambang -penambang timah liar yang dengan sengaja merusak kawasan Hutan Produksi di Kaki Bukit Sambnung Giri Desa Merawang dan Desa Jurung kecamatan Merawang kabupaten Bangka, Bangka Belitung.

Hal itu dikatakannya kepada deteksionline.com disaat bersama-sama melakukan investigasi ke lokasi tambang timah yang diduga liar di kawasan Hutan Produksi Bukit Sambung Giri Desa Merawang dan Desa Jurung, Rabu ( 24/4).

” Gebrak Babel meminta kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung jangan diam saja terhadap perusak kawasan hutan di Kaki Bukit SG ini, sangat jelas ini sudah masuk kawasan hutan, jadi Dishut harus menghentikan kegiatan penambangan liar ini, jangan biarkan penambang merusak kawasan hutan seenaknya”, Ungkapnya.

Heryanto katakan juga selain menghentikan kegiatan penambangan itu, Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ataupun Gakkum KLHK Wilayah Sumatera Selatan harus menangkap pemilik tambang-tambang liar yang sudah merusak kawasan hutan itu dan meminta pemilik-pemilik tambang itu mereklamasi hutan yang sudah dirusak olehnya,” ungkapnya lagi.

Selain itu Heryanto katakan melalui Gebrak Babel dan Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia ( BPI KPNPA RI) akan melaporkan hal itu kepada KLHK RI di Jakarta apabila Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak ambil tindakan tegas kepada penambang-penambang liar tersebut.

“Kalau Dishut masih belum mengambil tindakn tegas, kami dari Gebrak Babel akan bersama sama rekan di BPI KPNPA RI melaporkan masalah penambangan ini kepada KLHK RI, karena kami menganggap permasalahan ini serius dan terjadi pembiaran oleh APJ disini”, ujarnya juga.

Diketahui ada kegiatan penambangan Timah bersekala besar dengan menggunakan alat berat berupa Eksavator atau lebih dikenal dengan nama PC terpantau merambah kawasan Hutan Produksi di Kaki Bukit Sambung Giri Merawang.

Beberapa Saksi warga pemilik kebun Sawit AMR mengatakan bahwa pemilik tambang itu diduga warga Sungailiat inisial CY.

“Ini kebun saya, lahan dikebun Sawit ini setengah sudah masuk kawasan hutan, setengahnya APL, kalau tambang disebelah itu punya pak CYwarga Sungailiat, itu diduga sudah masuk kawasan hutan karena ada PAL nya disini dulu, sekarang sudah hilang, di sekitar sini banyak timahnya “, tutur AMR, Rabu sore ( 24/4).

Sementara itu Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui KPH Sigambir Nopizar, akan langsung mengecek kelokasi apakah tambang itu masuk kawasan hutan atau tidak.

” Besok kami akan kelokasi bersama staf pemetaan kami”, jelas Nopizar melalui pesan whatsapp, Rabu malam (24/4).( man)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!