by

Dijebak Oknum Polisi Batuceper, Rizky Yolanda Dibebaskan Hakim PN Tangerang

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM- Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang yang dipimpin Indra Cahya, Rabu (24/4) membebaskan Rizky Yolanda alias Kiki (34). Kiki  terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tapi bukan merupakan tindak pidana.

Rizky diakui sebagai informan oknum polisi Polsek Baruceper, Brigadir Arif Setiawan alias Birong, yang kemudian ditangkap oleh rekan-rekan Birong setelah Rizky berhasil membeli narkoba jenis shabu atas suruhan oknum polisi tersebut.

Indra Cahya yang didampingi Hakim  Lebanur Sinurat dan Gunawan Tri Budiono dalam putusannya menyatakan Rizky Yolanda terbukti melakukan tindakan yang didakwakan tapi hal itu bukan berupakan tindak pidana karena itu, terdakwa terbebas segala tuntutan hukum.

Hakim juga memerintahkan terdakwa harus dilepas dan nama baiknya harus dipulihkan.

Putusan hakim dalam perkara No. No. 73 /Pidsus/ 2019 disambut suka cita baik oleh terdakwa Rizky Yolanda maupun penasehat hukumnya Budi Suranto Bangun, Tony Budianto dan  Komarudin. Sore hri itu juga Rizky diantar oleh petugas Lapas Tangerang pulang ke rumahnya setelah sempat ditahan lebih dari lima bulan.

Budi Suranto Bangun, SH, MH Koordinator pengacara Rizky Yolanda

Sidang perkara narkoba ini memang menarik perhatian pengunjung. Terlebih ketika saksi oknum Polsek Batuceper Brigadir Arif Setiawan yang dihadirkan sebagai saksi. Arif Setiawan mengakui bahwa Rizky adalah informannya.

Selain itu terungkap pula bahwa selain informan, antara terdakwa Rizki dan Arif Setiawan alias Birong mempunyai hubungan asmara, yang akhirnya berakhir karena diketahui oleh isteri Birong.

Beberapa lama setelah hubungan berakhir, tiba-tiba melalui rekan Kiki, Birong menghubungi Kiki untuk minta dibelikan narkoba jenis shabu. Setelah shabu didapat, akhirnya Kiki ditangkap oleh rekan-rekan Arif dari Polsek Batuceper.

Hal ini dipertanyakan oleh hakim“Kalau terdakwa informan saudara kenapa saudara tangkap dia?” tanya Hakim.

Atas pertanyaan tersebut Arif mengatakan kesal karena saksi tidak memberikan apa-apa. “Loh bukankah saudara yang seharusnya memberikan informan imbalan. Apakah informan ini kamu gaji?” desak Hakim, Arif menjawabnya tidak.

“Lalu kenapa saudara saksi menangkap dia. Seharusnya saksi tangkap bandarnya. Kalau seperti ini tidak ada lagi orang mau menjadi informan untuk membantu polisi,” kejar Hakim.

Terungkap dalam sidang, awalnya sekitar tiga tahun lalu Rizky ditangkap oleh Arif. Setelah bebas menjalani hukuman, terjalin komunikasi yang menurut saksi bahwa Rizky yang menghububnginya. Sampai, akhirnya Arif meminta Rizky membeli shabu.

Hakim bertanya jika Rizky dulu ditangkap dan sudah menjalani hukuman semestinya saksi menjaga agar Rizky tidak mengulangi perbuatannya. “Tapi kenapa saudara menyuruh terdakwa membeli shabu dan menangkapnya?” tanya Hakim. “Saya melaksanakan tugas dari atasan untuk menangkap bandarnya,” kata Arif,yang menyatakan Rizky yang biasa disapa Kiki itu bermain kembali. “Saya mempunyai surat tugas,” tambah Arif lagi.

Jaksa Erlangga, yang diberi kesempatan bertanya tak banyak memberikan pertanyaan, jaksa hanya bertanya apakah atas sepengetahuan saksi ketika terdakwa kembali menjual shabu, saksi menjawab tidak sepengetahuannya.

Pengacara terdakwa Tony Budianto menyatakan pembebasan kliennya memang sudah seharusnyua dilakukan karena ketika membeli shabu dia diperintahkan oleh polisi, padahal kliennya sudah lama meninggalkan kebiasan buruk tersebut, “Kita berharap keadilan seperti ini dapat diterapkan oleh pengadilan karena memang banyak akhirnya informan ditangkap oleh polisi yang memerlukan jasa informannya,” kata Tony. (tim)

 

70 total views, 1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed