Close

 

PANGKALPINANG,DETEKSIONLINE.COM – Waduh, Bos kepemilikan 1500 ton Zirkon ilegal Antoni alias Hon Apriyanto hanya dituntut 7 bulan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, pada Sidang pembacaan tuntutan di Ruang Tirta Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (1/4/2019).

Padahal Antoni alias Hon Apriyanto yang merupakan Direktur PT Indorec Sejahtera yang didakwa dengan pasal 158 atau Pasal 161 UU No.4.Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Minerba atas kepemilikan 1500 ton Zirkon ilegal dan beberapa mineral ikutan lainnya dengan ancaman 10 tahun penjara.

“Terdakwa di tuntut Enam bulan Pidana Penjara , diDenda lima juta rupiah dan apabila tidak membayar denda , dengan menjalankan tiga bulan subsider .Barang bukti di rampas untuk Negara , alat bukti di kembali pada terdakwa,” bunyi tuntutan dari JPU Hidajaty SH, Senin (1/4).

Setelah dibacakan,  JPU Hidajaty SH menyerahkan Surat Tuntutannya ke Majelis Hakim yang dipimpin Qory Oktarina ,SH MH.

Sementara itu Ketua majelis Hakim Qory Oktarina sempat menanyakan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan  secara tertulis atau lisan terhadap  tuntutan JPU tersebut.

Namun, terdakwa Antoni akan menjawab pada persidangan lanjutan nanti.

Untuk di ketahui sebelumnya , dalam perkara ini terdakwa Antoni alias Hon Apriyanto terancam pidana hukuman 10 tahun penjara dengan denda Rp 10 milyar.

Kendati demikian ,  walaupun terdakwa yang disangkakan melanggar Pasal 158 atau Pasal 161 UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Minerba atas kepemilikan ilegal ribuan ton mineral ikutan jenis zirkon, monozaite dan elemenite dalam penggerebekan oleh Ditreskrimsus Polda Babel di bulan September 2018 lalu ,nampaknya terdakwa Antoni tenang-tenang saja karena didalam persidangan tuntutan hanya dituntut 6 bulan penjara oleh JPU..(herman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!