Antoni Akui Beli Pasir Zirkon Tanpa Ijin

  • Share

PANGKALPINANG,DETEKSIONLINE.COM – Sidang ke 5 Kasus kepemilikan Zirkon tanpa ijin dengan terdakwa Antoni alias Hon Apriyanto Direktur PT Indorec Sejahtra masih tetap diminati wartawan untuk memantau perjalanan sidang.

Seperti biasa sidang yang digelar di Ruang Tirta Pengadilan Tipikor Pangkalpinang Senin (18/3) sekitar pukul 17.00 dengan Agenda ” Pemeriksaan Terdakwa”.

Dalam sidang yang beragendakan pemeriksaan terdakwa itu, terdakwa Antoni alias Hon Apriyanto mengaku membeli Zirkon di Kelurahan Selindung Kecamatan Pangkalbalam Pangkalpinang.

“Saya beli Zirkon di Selindung Bu Hakim”, jawab Antoni, Senin (18/3).

Dalam sidang kali ini eberapa wartawan memenuhi Ruang Tirta PN Pangkalpinang Bangka Belitung bahkan ada yang diluar ruangan sidang.

Sidang yang diketuai Hakim Ketua Qory Oktarina SH, dengan hakim anggota Iwan Gunawan, Hotma EP Sipahutar,  dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) , Hidayanti menanyakan kronologis penangkapan yang dilakukan Polda Babel atas terdakwa kepemilikan 100 ton Zircon, 1500 ton Elminit dan 20 ton Munazit yang berbentuk pasir tersebut.

” Saat terjadinya penangkapan itu (12/11/2018) Jam 14.00 WIB. Barang Bukti (BB) yang diamankan saat itu berupa Zircon 100 ton, Elminit 1000 ton, Munazit 20 ton berbentuk pasir,” ucap Terdakwa dengan tenang.

Untuk di ketahui sebelumnya , dalam perkara ini terdakwa Antoni alias Hon Apriyanto terancam pidana hukuman 10 tahun penjara dengan denda Rp 10 milyar.

Kendati demikian ,  walaupun terdakwa yang disangkakan melanggar Pasal 158 atau Pasal 161 UU no. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Minerba atas kepemilikan ilegal ribuan ton mineral ikutan jenis zirkon, monozaite dan elemenite dalam penggerebekan oleh Ditreskrimsus Polda Babel diSeptember 2018 lalu ,nampaknya terdakwa Antoni tenang-tenang saja didalam persidangan walaupun terdakwa tidak didampingi Penasihat Hukum..(herman)

 830 total views,  1 views today

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *