by

100 Hektar Kawasan Hutan Produksi Ditanami Sawit oleh JS  Anggota Dewan Kabupaten Bangka

 

SUNGAILIAT,DETEKSIONLINE.COM-Sekitar lebih kurang 100 hektar Kawasan Hutan Produksi Desa Bintet Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka dijadikan oleh JS Anggota Dewan Kabupaten Bangka untuk perkebunan sawit. Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk melakukan penundaan pelepasan atau tukar menukar kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit.

Instruksi itu tertuang dalam diktum Kedua Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit Serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit, yang dikeluarkan di Jakarta.

Penundaan tersebut diberlakukan bagi: a. permohonan baru; b. permohonan yang telah diajukan namun belum melengkapi persyaratan atau telah memenuhi persyaratan namun berada pada kawasan hutan yang masih produktif; atau c. permohonan yang telah mendapat persetujuan prinsip namun belum ditata batas dan berada pada kawasan hutan yang masih produktif.

“Penundaan dikecualikan untuk permohonan pelepasan atau tukar menukar kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit yang telah ditanami dan diproses berdasarkan ketentuan Pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 104 Tahun 2015 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan,” bunyi diktum Kedua poin 2 Inpres tersebut.

Namun larangan Presiden RI itu kelihatannya tidak berlaku bagi JS Anggota Dewan Kabupaten Bangka ini, padahal JS merupakan anggota dewan dari partai yang menyokong pak Presiden Jokowi, alasannya JS dengan sengaja merambah kawasan hutan Desa Bintet Kecamatan Belinyu itu menjadi perkebunan sawit dengan luas lebih kurang 100 hektar. Yang lebih mencengangkan lagi, areal perkebunan sawit JS itu masuk areal Inhutani.

Kepala PT Inhutani Wilayah V Bangka Belitung Ali Lukmanul Hakim dalam kasus ini mengaku sudah melaporkan hal itu kepada Balai Pengelolaan Hutan Produksi ( BPHP) Wilayah V Palembang.

“Terkait tanaman masyarakat kita juga sudah kita laporkan ke bphp Palembang”, jelasnya melalui pesan singkat via whats app, Saptu (17/3/2019).

Untuk diketahui, JS ini tempohari digegerkan dengan kelakuannya membangun Villa di kawasan hutan lindung Desa Pejem dan Viral setelah ditangkap oleh Tim Gakkum Kementerian Kehutanan, namun entah mengapa kasusnya sampai sekarang masih tanda tanya?, padahal sudah setahun lebih..(herman)

 246 total views,  1 views today

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed