Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye Calon Anggota DPD RI Mulai Disidangkan Di Bawaslu

PANGKALPINANG,DETEKSIONOINE.COM – Dua orang utusan dari calon anggora Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) RI, Bahar Buasan dan Alexander Fransiscus untuk hadir dalam sidang lanjutan dugaan pelanggaran kampanye, digelar di ruang sidang gedung Bawaslu Provinsi Bangka Belitung ( Babel ) di komplek pekantoran gubernur Babel, Air Itam Pangkalpinang,Prov Babel.Rabu ( 13/3 )

 

Sejatinya sidang beragendakan mendengarkan keterangan pelapor menjadi ditunda hingga Senin ( 18/3 ) pasalnya dua orang utusan itu masing – masing David utusan dari Bahar Buasan dan Yuda Wastuti utusan dari Alexander Fransiscus hadir tanpa legal standing

Bagaimana utusan dari Bahar Buasan, ini sudah sidang yang kedua, apakah tidak dibuatkan surat mandatnya ? tanya Jafri selaku ketua majelis, dijawab David dengan enteng bahwa saat ini Bahar Buasan sedang berada di luar negeri “Pak Bahar Buasan sedang berada diluar negeri,” ujar David

Jawaban David tanpa dikomentari oleh anggota majelus sidang, meskipun pertanyaan dari ketua majelis sidang kepada anggota majelis,bagaimana tanggapannya anggota majelis? Tanya Jafri namun tanpa ada tanggapan dari Edi Irawan,Dewi Rosmala dan Firman Pardede selaku anggota majelis

Berbeda dengan Yuda Wastuti utusan perwakilan dari Akexander Fransiscus membawa surat kuasa tetapi surat kuasa ditulis tidak ada kop surat bahkan tidak bermaterai,Yuda Wastuti dalam sidang beralasan karena calon anghota DPD RI tidak mewakili partai maka surat kuasa dibuat tidak ber- kop surat dan materai

“Sepengalaman kita karena untuk calon anggota DPD RI tidak mewakili partai,untuk laporan kami tidak perlu menggunakan kop surat ataupun materai,sejauh ini seperti pelaporan kami ke KPU tidak pernah ber-kop surat ataupun materai,” kata Yuda Wastuti keoada ketua majelis

Sementara Firman Pardede selaku hakim anggota mengatakan dalam persidangan dan ini, Firman meminta agar dicatat oleh sekretaris majelis untuk sidang selanjutnya agar terlapor hadir dalam persidangan dan segera membawa saksi pada sidang selanjutnya untuk pemeriksaan dalam sidang.

“Dari hasil sidang nanti apapun putusannya, apakah yang bersangkutan tidak dikutkan dalam tahap selanjutnya,silahkan terlapor untuk mengambil resiko,”tegas Firman Pardede.

Ditegaskannya Bawaslu Provinsi Babel adalah lembaga resmi negara dan semuanya dibiayai negara dan berdasarkan hukum maka terlapor ( Bahar Buasan dan Alexander Fransiscus – red ) mempersiapkan saksinya dan barang bukti pada sidang lanjutan karena kedua orang utusan ( David dan Yuda Wastuti – red ) secara legal standing tidak memenuhi, karena sidang ini harus mempunyai ketetapan hukum.

Di ahir sidang Edi Irawan menegaskan sidang selanjutnya akan digelar kembali pada Senin ( 18/3/2019 ) dengan agenda,pemeriksaan saksi,penyampaian laporan,tanggapan pelapor,dan ini adalah undangan resmi..(yanto/herman)

Leave a Reply