Ini Kata Bawaslu Terkait Pelanggaran Kampanye Dua Calon Anggota DPD Babel

JAKARTA,DETEKSIONLINE.COM– Dua calon legislatif yang berlaga dalam kontestasi Pileg 2019 dilaporkan ke pihak Bawaslu Provinsi Babel oleh seorang warga, atas nama Marshal Imar Pratama, Kamis (07/03/2019).

Sebelumnya dalam pemberitaan di media ini disebutkan, bahwa keduanya dilaporkan terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dinilai mendompleng nama besar partai tertentu.

Sementara itu, menurut Komisioner Bawaslu Provinsi Babel Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Bawaslu Babel, Jafri saat diwawancara kemarin Rabu (07/03/2019) petang. Ia mengatakan bahwa terkait adanya laporan dugaan pelanggaran kampanye oleh calon legislatif, pihaknya baru akan memeriksa sidang hasil pleno sebelumnya di Jumat besok.

“Jadi selama 14 hari kedepan sesuai dengan Perbawaslu No 8, akan segera kita proses,” katanya.

Jafri menambahkan bahwa pihaknya berpedoman pada sidang besok, akan menggali keterangan-keterangan dari saksi, bukti-bukti yang ada terkait ada atau tidaknya pelanggaran yang dimaksud.

“Sampai sejauh ini kita dalam koridor tanpa tekanan dari pihak manapun, jadi kita tetap berprinsip sesuai aturan 14 hari kerja tadi akan kita putuskan nanti seperti apa,” kata Jafri.

Dilain sisi, warga yang melaporkan dugaan pelanggaran kampanye tersebut, Marshal Imar Pratama pada Deteksi Online mengatakan tujuan pihaknya melaporkan, sesungguhnya untuk menempatkan posisi hukum sebagaimana mestinya karena tak elok bila aturan yang dibuat dan disepakati bersama harus dilabrak oleh kepentingan pribadi serta golongan.

“Bagaimana kita bisa berbicara bahwa diri kita baik apabila tindakan kita sendiri tidak baik. Sesungguhnya masyarakat melihat tindakan manis yg dilakukan para pemimpinnya bukan hanya mendengarkan saat celoteh manis yang didesain seolah-olah baik tapi tidak baik,” ungkap Marshal, Kamis malam (07/03/2019).

Masih menurut Marshal, sampai sejauh ini belum ada penekanan dari pihak manapun, mungkin mereka tahu siapa dirinya yang tak mengenal kompromi.

“Jadi percuma bila menekan saya karena saya sudah membuat sistem berlapi-lapis. Besok saya juga akan mengirimkan semua yang saya laporkan kepada DKPP di Jakarta serta KPU Pusat dan Bawaslu pusat, sehingga semua merasa diawasi dan terawasi,” imbuhnya lagi.

Marshal menambahkan, Ia juga akan mengirimkan surat kepada KPK agar mengawasi Provinsi Bangka Belitung perihal pemilu.

“Kita jaga-jaga aja bila ada oknum tertentu yang bermain uang disana,” tutup Marshal..(yanto/man)

 

Leave a Reply