Walau Terancam 10 Tahun Penjara, Antoni Bos Zirkon Tetap Tenang Ikuti Persidangan

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM-Walau terancam 10 tahun penjara, Antoni Bos Zirkon ilegal 1500 ton terpantau tetap tenang dalam persidangan lanjutan kasus Zirkon hari ini, Senin ( 4/3/2019) di Pengadilan Tipikor, Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Padahal Antoni alias Hon Apriyanto tanpa didampingi Penasehat Hukum dan Antoni didakwa dengan Pasal 158 atau 161 UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan dan Minerba atas kepemilikan 1500 ton mineral ikutan jenis Zirkon, eleminite dan monasit yang ilegal.

Terdakwa Antoni tidak berkeinginan didampingi Penasehat Hukum walau sudah berkali-kali ditanyakan oleh Hakim Ketua Qori Oktarina SH MH.

Pada persidangan hari ini, Senin (4/3/2019) ketiga orang saksi yang dihadirkan yakni MD, TH dan DS yang merupakan para karyawan pekerja di gudang PT Indorec Sejahtera berperan sebagai operator timbangan, pengawas dan mandor.

“Kami bekerja di gudang PT Indorec Sejahtera itu, sejak sebelum puasa 2017 lalu. Kala itu, gudang baru tahap pembangunan baru kemudian setelah itu membeli tailing dari masyarakat,” kata Saksi MD saat menjawab pertanyaan Hakim dalam persidangan.

MD mengaku bekerja di PT Indorec Sejahtra sebagai mandor dengan anak buah sebanyak 20 orang dan MD tidak mengetahui asal usul Tailing atau mineral ikutan itu dibeli dari siapa karena tugasnya hanya mengawasi Meja Goyang dan mesin pemisah mineral.

“Saya tidak tau mineral ikutan itu dari mana, saya hanya bertugas mengawasi anak buah saya bekerja di Meja Goyang”, kata MD lagi.

Saksi menjelaskan kepada Hakim dan JPU tentang proses kerja pengolahan tailing dengan sejumlah peralatan seperti meja goyang hingga oven dan ATC untuk memisahkan mineral zirkon, elminite dan monazit.

Saksi juga mengakui bahwa saat Gudangnya digerebek oleh Ditreskrimsus Polda Babel pada tanggal 12 September tahun 2018 lalu, mereka sedang beraktifitas di dalam Gudang dan saat itu juga terdakwa Antoni sedang berada dilokasi Gudang..(man)

Leave a Reply