Close

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM- Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP melaporkan pengunjung sidang yang diduga mengeroyoknya ke Polres Jakarta Pusat, menyusul dugaan perlakuan kekerasan fisik yang dialaminya saat berada di persidangan terdakwa perintangan penyidikan, Lucas, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Alvin mengaku dikeroyok sekitar tiga orang yang merupakan kaki tangan terdakwa Lucas. Lucas merupakan pengacara yang diduga menghalangi penyidikan KPK terhadap mantan bos Lippo Group, Eddy Sindoro.

Dijelaskan Alvin, peristiwa yang menimpanya itu terjadi saat digelar persidangan terdakwa perintangan penyidikan, Lucas, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (28/2/2019), sekitar pukul 14:30 WIB. “Saya dikeroyok oleh lawyer yang bekerja di kantor Lawfirn Lucas. Adapun yang satu (lagi) oknum suruhan orangnya Lucas juga,” ujar Alvin Lim kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Secara pribadi Alvin menyatakan tidak kenal siapa nama oknum yang memukulnya. Meski demikian, Alvin mengantongi foto wajah pria yang melakukan kekerasan fisik dan sudah diberikan ke polisi.

Akibat kekerasan yang menimpanya, Alvin mengaku mengalami luka dalam di bagian tubuhnya. Dirinya telah melakukan visum ke dokter dan melaporkan melaporkan perihal yang dialaminha ke pihak kepolisian dengan LP No: 412/K/II/2019 pada tanggal 28 Februari 2019 agar pihak berwenang menyelidiki kasus ini.

“Saya lihat sendiri dia mukul saya,” ujarnya seraya menyebutkan orang yang memukul dirinya pernah berhadapan dengan Alvin Lim saat dilakukan gelar perkara di Wasidik Mabes Polri.

Alvin yang merupakan pengacara nasabah Allianz Life, saat itu berniat memantau jalannya sidang untuk melihat keadilan ditegakkan pada kasus perintangan penyidikan dengan terdakwa Lucas. Alvin sendiri sudah beberapa kali menghadiri sidang Lucas yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Melihat posisi belakang ruang sidang penuh orang, Alvin Lim berusaha maju ke depan untuk mencari tempat duduk. “Ketika berdiri, seseorang disamping saya yang saya kenali sebagai salah satu oknum pengacara anak buah Lucas memukul tangan saya,” ujar Alvin Lim.

Merasa diperlakukan kasar, Alvin pun menegur, “jangan pake kekerasan fisik, kenapa kamu pukul tangan saya!?”

Bukannya minta maaf dan berbicara baik-baik, lanjut Alvin, oknum yang diduga orang suruhan bersama pendukung Lucas lainnya malah datang mengeroyo dan mendorong badan Alvin Lim hingga terjungkal dan punggungnya mengenai kursi belakang.

Kegaduhan itu mengusik Majelis Hakim dan mengeluarkan mereka yang terlibat keributan dari ruang sidang. “Sebagai advokat yang taat hukum saya keluar ruangan dikawal oleh beberapa security pengadilan,” jelas pengacara yang dikenal kritis ini.

Tapi, kata Alvin, begitu di luar sidang, dirinya kembali diusik beberapa oknum yang dikenalinya sebagai pendukung terdakwa Lucas. Alvin Lim mengaku kembali didorong dan seseorang dari mereka memukul bagian muka dan mengenai mata, hidung, pipi dan pelipisnya  hingga mengalami luka.

Alvin mengatakan sengaja tak melakukan perlawanan fisik karena menghormati marwah pengadilan. Ia lebih memilih kasus yang menimpanya diselesaikan lewat langkah hukum. Alvin Lim berharap agar pengadilan mampu menciptakan suasana sidang yang aman bagi pengunjung mengingat sidang terbuka untuk umum dan bukan hanya pihak terdakwa.

Advokat Alvin Lim percaya bahwa pengadilan berani mengusir dan mengabil tindakan tegas kepada para oknum pendukung Lucas yang melakukan kekerasan untuk ditertibkan. “Kenapa mesti pendukung Lucas menggunakan kekerasan. Bila merasa benar kenapa tidak mengambil tindakan hukum agar Lucas bebas dan bukan menunjukkan sikap premanisme dan kekerasan terhadap pengunjung lainnya yang menggunakan haknya untuk melihat jalannya peradilan?” pungkasnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!