Close

PANGKALPINANG, DETEKSIONLINE.COM- Didalam persidangan lanjutan yang ke dua kasus dugaan kepemilikan Zirkon 1500 ton tanpa dilengkapi ijin dengan terdakwa Antoni alias Hon Apriyanto selaku Ditektur PT indorec Sejahtera terungkap bahwa Antoni ditangkap oleh Tim Dit Reskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung karena tidak memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Khusus Zirkon.

Hal itu didapat dari keterangan Saksi dari Tiga (3) orang Anggota Polda Babel yang ikut menangkap terdakwa Antoni di Jalan SLA dusun III Baturusa, Merawang, Bangka pada Rabu, (12/9).

Keterangan yang diakui langsung oleh ke tiga anggota polisi itu di depan hakim Qori Oktarina dengan hakim anggota Iwan Gunawan dan Hotma EP Sipahutar menyebutkan, saat dilakukan penggeladahan di pabriknya, tidak ditemukan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Khusus dan Ijin Usaha Pertambangan ( IUP) OP.

“Saat kami lakukan penggeledahan, saudara Antoni tidak bisa menunjukkan IUP Khusus dan IUP OP, saudara Antoni hanya mengantongi IMB dan Ijin PT nya dan didalam gudang itu kami menemukan 1500 Zirkon yang sudah diolah dan juga ada Elmanit serta Munazid,” kata salah satu Bintara yang dijadikan Saksi oleh JPU, Rabu (27/2).

Sebelumnya, Bos Zirkon Antoni ini sempat mendapat angin segar dari Penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dimana terdakwa Antoni sempat ditahan dalam tahanan rumah, padahal sewaktu di Polda Babel, Antoni menjadi tahanan Rutan. Perubahan status tahanan Antoni itu terjadi disaat Antoni menjalani sidang perdana.

Dalam sidang itu Hakim PN Pangkalpinang menetapkan Antoni menjadi tahanan Rutan lagi.

“Menetapkan saudara terdakwa Hon Apriyanto alias Anthoni menjalani pengalihan tahanan rumah ke tahanan rutan. Penetapan ini berlaku sejak hari ini tanggal 20 Februari 2019 hingga 15 Maret 2019,” kata hakim ketua Qori Oktarina, Rabu ,(20/2).

Seperti diketahui sebelumnya, penanganan perkara kasus bos zirkon Anthoni ini sempat menyedot perhatian publik. Pasalnya, si Anthoni selaku direktur PT Indorec Sejahtera sejak ditetapkan sebagaii tersangka kasus pembelian dan pengolahan mineral ikutan/ zirkon ilegal oleh penyidik di Polda Babel dan dilakukan penahanan rutan namun tidak berlangsung lama.

Selanjutnya Anthoni mendapat pengalihan dari tahanan rutan ke tahanan rumah. Demikian pula ketika kasusnya sudah dilimpahkan ke penuntutan di Kejati Babel, Anthoni juga tidak ditahan hingga bergulir ke pengadilan.

Kenyamanan Anthoni menjalani tahanan rumah akhirnya harus berakhir setelah penetapan majelis hakim tersebut.

Berikut riwayat penanganan perkara Anthoni si bos zirkon hingga dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang diawali polisi menahan sel sejak 13-9-2018 s/d 2-10-2018. Kemudian diperpanjang tahanan Rutan 2-10-2018 s/d 11-11-2018. Polisi kemudian mengubah tahanan Rutan jadi Kota sejak 13-10-2018 sd 10-01-2019.

Lalu, saat di kejaksaan, Jaksa penuntut melanjutkan tahanan kota 11-01-2019 s/d 27-02-2019. Di tingkat Pengadilan sebelumnya terdakwa Anthoni telah ditetapkan jadi tahanan rumah oleh majelis hakim yang diketuai Corry Oktarina dengan hakim anggota Iwan Gunawan dan Hotma EP Sipahutar, namun setelah sidang pembacaan dakwaan oleh JPU terhadap terdakwa, majelis hakim mengeluarkan penetapan baru yakni penetapan pengalihan tahanan rumah ke tahanan rutan sejak tanggal 20 Februari 2019 sampai 15 Maret 2019.(man)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!