Close

Ruang Karantina Siswa SMK 56

JAKARTA, DETEKSIONLINE.COM: Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 56 Pluit, Penjaringan,  Jakarta Utara dalam tahun ajaran 2018-2019 sudah berhasil  meraih sekitar 12 prestasi dari berbagai perlombaan yang dikuti oleh siswa dan guru/

 

Kepala SMKN 56 Suwarno kepada Amunisinews.co.id dan Deteksionline.com, Selasa (26/2) mengatakan keberhasilan sekolahnya meraih berbagai prestasi dan perbaikankarena selalu berpatokan kepada tujuan dari revitalisasi SMK, yang diterapkan oleh Kemendikbud.

Suwarno, Kepala SMK 56 Jakarta

“Kita merujuk pada Strategi Implementasi Revitalisasi SMK oleh Kemendikbud. Di situ ada lima tujuan Revitalisasi SMK,” kata Suwarno.

Diuraikan, lima tujuan tersebut  pertama mewujudkan Link and Match sekolah dengan Dunia Usaha/Industri. Kedua, mengubah paradigma daripush menjadi pull.

“Ini, artinya mengubah paradigma SMK yang dulunya hanya mendorong untuk mencetak lulusan saja tanpa memperhatikan kebutuhan pasar kerja berganti menjadi paradigma mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan pasar kerja mulai dari budaya kerja dan kompetensi yang diperlukan dalam pasar kerja dan menariknya ke dalam SMK untuk disusun kurikulum SMK yang diselaraskan dengan kurikulum industri,” urai Suwarno.

Kemudian, tujuan ketiga, mengubah pembelajaran dari supply driven ke demand driven. Keempat, menyiapkan lulusan SMK yang adaptable terhadap perubahan dunia untuk menjadi lulusan yang dapat bekerja, melanjutkan, dan berwirausaha.

Tujuan kelima, mengurangi/menghilangkan kesenjangan antara pendidikan kejuruan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) baik dari aspek teknologi, administratif, maupun kompetensi,” ujarnya lagi.

Karena merujuk revitalisasi SMK itulah, katanya, pelan-pelan SMK 56 berhasil melakukan perbaikan prestasi maupun perbaikan fisik dan disiplin.

Prestasi yaang tercatat selama 2018-2019 antara lain juara 1 LKS Animasi tingkat Walikota Jakut, juara II Basket Bulan Bahasa tingkat Walikota Jakut, juara III LKS Networking  support  walokota Jkut, juara I LKS Web Design, juara I LKS IT Sofware Solituon for Business, juara I sepak Takraw, juara 1 Design Graphic Tecnology, juara I LKS Electrical Instalation, juara I LKS mekatronika, juara II sekolah Sehat,  juara II Guru Berprestasi dan juara II Olimpiade  Guru Nasional Bidang Matematika.

“Itulah antara lain sederet prestasi yang kami raih. Ada juga yang sangat membanggakan kami yaitu kompetensi Keahlian teknik Mekatronika yang menjadi salah satu unggulan karena bidang ini sangat langka. Mekatronika ini sudah memiliki mitra usaha PT Bayer pewrusahaan besar dari Jerman yang bergerak di bidang prestasi,” jelas Suwarno.

Sekolah yang terletak di Jalan Pluit Timur Raya No. 1 Penjaringan Jakarta utara ini juga tercatat sebagai sekolah penyerap anggaran BOS dan BOP yang baik, rata-rata di atas 90 persen.

Realisasi penggunaan dana BOP mulai Triwulan I sampai TW 4 rata-rata tahun angggaran 2018di atas 92 persen. Sedangkan realisasi dana BOS TW1 sampai TW4 tertinggi mencapai 88,33 persen.

 

Sejarah

Kusnandar, wakil Kepala SMKN 56 Jakarta

Dalam website smkn56jakarta.sch.id sekolah ini dulu bertama STM 12. Kemudian atas inisiatif Ir Hartono, Direktur Jenderal Industri Kimia Dasar — yang  kemudian diangkat menjadi Mentri Perindustrian –yang menganjurkan agar perusahaan-perusahaan industri mendirikan sekolah-sekolah magang yang dapat menghasilkan tenaga-tenaga lulusan yang siap pakai,yang diutamakan untuk diserap oleh industri yang bersangkutan.
Untuk memenuhi maksud luhur Bapak Dirjen Industri Kimia Dasar, dilandasi dengan keinginan untuk ikut berperan serta dalam usaha mencerdaskan bangsa dan dengan memperhatikan kemampuan keuangan perusahaan kemudian  PT. Asahimas Flat Glass Co.Ltd memberikan sumbangan berupa gedung sekolah teknik dengan dana sebesar Rp. 1,9 milyar.

Pada awal pertumbuhannya SMK Negeri 56 Jakarta memiliki 5 rumpun yaitu Rumpun TPL, Rumpun Automotive,Rumpun Listrik, Rumpun Elektronika dan Rumpun Bangunan. Selama kurun waktu 22 tahun pengabdiannya, kini telah berkembang menjadi 6 rumpun dengan 36 kelas dengan 6 program keahlian, yaitu Program Keahlian Pemesinan, Program Keahlian Kendaraan Ringan (Otomotif), Program Keahlian Instalasi Tenaga Listrik,Program Keahlian Gambar Bangunan, Program Keahlian Multi Media dan Program Keahlian Mekatronika

Lalu,  di awal tahun ajaran baru 2012/2013 sekolah ini menambahkan 1 jurusan baru yaitu Program Keahlian Ototronik.  Saat ini (2019) jumlah siswa mencapai 1.500 orang.

Wakil Kepala SMK 56 Kusnandar menyatakan di balik sukses SMKN 56 adalah sinergitas antara sesama guru dan antara guru dan murid. “Kami tempa dengan disiplin tinggi, yang akhirnya membuahkan hasil yang baik,” katanya.

Contohnya seluruh siswa bidang keahlian gambar bangunan 100 persen diserap atau direkrut oleh perusahaan-perusahan, tiap akhir tahun ajaran. (lis/dra)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll UpScroll Up
Share this product!